kumparan
30 Agustus 2019 14:58

Sebelah Telinga

Source: https://www.pexels.com/photo/man-wearing-sunglasses-1299897/
Earphone saya rusak. Sebelah. Tinggal bagian kanan yang masih berfungsi dengan baik. Padahal saya hampir tidak bisa melakukan aktivitas tanpa musik. Buat saya musik sudah sama candunya dengan rokok dan kopi. Tapi sekarang saya cuma bisa mendengar musik dari satu telinga saja. Perjalanan berangkat ke kantor, antre bis, sarapan, membereskan pekerjaan, makan siang, hingga pulang kantor dan makan malam otomatis hanya diiringi musik dari satu earphone menyumbat telinga kanan.
ADVERTISEMENT
Earphone saya rusak. Sebelah. Tinggal bagian kanan yang masih berfungsi dengan baik. Kau tahu? Sesuatu yang terbiasa terlihat sepasang akan terlihat aneh begitu berjalan sendirian. Yang tadinya ada, kemudian tak ada akan menjadi pertanyaan bagi beberapa orang. Contoh paling mudah, jika kau baru putus dari pacar yang sebelumnya menemani bertahun berbulan. Hampir bisa dipastikan teman-temanmu akan bertanya dengan usilnya, “Ke mana pacarmu?” bahkan mungkin barista kedai kopi langgananmu juga bertanya, “Mbak yang biasanya itu ke mana?”
Earphone saya rusak. Sebelah. Tinggal bagian kanan yang masih berfungsi dengan baik. Tapi sampai detik ini saya belum juga berniat membeli earphone baru. Karena sebenarnya saya lebih terbiasa menggunakan satu earphone. Alasannya sederhana. Ambience sekitarmu akan membuat sebuah lagu jadi lebih kaya. Adalah suatu pengalaman tersendiri mendengarkan suara Ade Paloh diiringi deru metromini, suara Eric Martin bertumpukan teriakan kenek angkot, sampai suara Kurt Cobain bertabrakan dengan cengkok melayu pengamen Kopaja yang Charly ST12 wannabe. Satu earphone juga membuat sebelah telinga saya lebih waspada.
ADVERTISEMENT
Yang selalu terlihat sepasang, kemudian terlihat sendirian memang akan menjadi aneh. Tapi yang sudah terlanjur nyaman sendirian, akan butuh waktu untuk nyaman terlihat sepasang.
***
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan