Konten dari Pengguna

Mahasiswa Kebidanan UMMAD Madiun Ujian Praktik Kebidanan Ibu Nifas

Universitas Muhammadiyah Madiun

Universitas Muhammadiyah Madiun

Transformatif Menuju Unggul, Berkarakter Mendunia

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Universitas Muhammadiyah Madiun tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

MADIUN - Mahasiswa Prodi Kebidanan Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menjalankan ujian Praktik Kebidanan Ibu Nifas.

Ujian Praktik Kebidanan Ibu Nifas dilaksanakan di hari selasa 27 Januari di Klinik Pratama Sahabat Keluarga Medika Madiun, Selasa,27 Januari 2026.

Daftar kuliah di UMMAD, langsung klik https://ummad.ac.id/pmb-2/
zoom-in-whitePerbesar
Daftar kuliah di UMMAD, langsung klik https://ummad.ac.id/pmb-2/

Penguji praktik adalah pemilik dari Klinik Pratama Sahabat Keluarga Bidan. Endah Wiendarti, S.ST.

Sedang untuk dosen penguji dalam Ujian Praktik Kebidanan Ibu Nifas ini adalah dosen-dosen Prodi Kebidanan UMMAD.

"Peserta ujian merupakan mahasiswa semester 3," ujar salah satu dosen penguji, Bidan Mufida Dian Hardika,M.Kes.

Bidan Mufida menerangkan, tujuan Ujian Praktik Asuhan Kebidanan Ibu Nifas adalah untuk menilai kompetensi, keterampilan teknis, dan pemahaman mahasiswa dalam memberikan pelayanan komprehensif kepada ibu pasca melahirkan.

Ujian ini dilakukan untuk membuktikan mahasiswa mampu melakukan asuhan yang aman, efektif, dan sesuai standar untuk mendukung pemulihan fisik dan psikologis ibu.

"Salah satu penilaian yang dilakukan mengenai kompetensi klinis," jelas Mufida.

Ujian praktek mahasiswa Kebidanan UMMAD

Caranya dengan mengukur kemampuan mahasiswa dalam melakukan pemeriksaan fisik nifas secara sistematis (head to toe), termasuk pemeriksaan fundus uteri, kontraksi rahim, lokhia, luka perineum/episiotomi, payudara, dan tanda-tanda vital.

Berikutnya juga menilai pendeteksian dini komplikasi yang terjadi pada ibu pasca melahirkan.

Dengan membuktikan mahasiswa mampu mengidentifikasi secara cepat adanya kelainan atau penyimpangan pada masa nifas.

"Seperti infeksi, perdarahan postpartum, atau masalah psikologis," jelas Mufida.

Selanjutnya mahasiswa juga diuji untuk memperlihatkan kemampuan memberikan edukasi dan konseling (KIE).

Kompetensi KIE ini menilai kemampuan mahasiswa berkomunikasi dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu dan keluarga.

"Terkait perawatan diri, nutrisi, perawatan bayi baru lahir, menyusui (ASI eksklusif), dan Keluarga Berencana (KB)," jelas Mufida.

Sementara itu, Kaprodi Kebidanan UMMAD, Nisa Ardhianingtyas, M.Kes menyampaikan, melalui ujian ini, ada penekanan terhadap mahasiswa kebidanan agar dapat mengintegrasikan teori dan praktik.

Melalui ujian praktik ini, mahasiswa dapat memantapkan penguasaan teori yang didapat saat kuliah kedalam tindakan nyata.

"Termasuk juga mempraktikkan prosedur senam nifas atau teknik pijat nifas," kata Nisa.

Penguji, tambah Nisa, juga melakukan evaluasi kepatuhan mahasiswa terhadap prosedur standar (evidence based practice) guna mencegah infeksi dan menjaga keselamatan sehingga praktik asuhan yang dilakukan mahasiswa aman.*