Pencarian populer

Ramadan dan Bulan Maria yang Penuh Hikmah

Bangunan Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal. Foto: Fanny Kusumawardhani/Kumparan
Puasa pertama istri saya pulang salat Tarawih. Saya pun ada doa rosario lingkungan. Bulan ini berkahnya dobel.
ADVERTISEMENT
Aneh? Semoga tidak.
Bulan Ramadan bagi umat muslim tahun ini bertepatan juga dengan bulan rosario bagi umat Katolik. Begitu juga bagi saya dan istri. Bisa dibayangkan serunya keluarga kecil kami.
Tuhan pencipta semesta alam. The One and Only. The Makers. The Merciful Allah SWT. Allah Bapa yang Maha Kuasa pasti telah merencanakan sesuatu bagi umatnya. Rasanya hidup ini berlalu sangat cepat. Rasanya baru kemarin saya lulus SD.
Tiba-tiba saya sudah tinggal di Depok. Menikah dengan seorang istri cantik. Pekerjaan sesuai passion. Tidak ada cicilan. And that's it. Apalagi yang saya cari dalam hidup?
Bagi kami berdua hidup adalah soal belajar dan belajar. Belajar bisnis, marketing, spiritual, dan juga belajar agama itu sendiri.
ADVERTISEMENT
Sejarah dan Arti Ramadan

“Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia.” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)

Sebagai penggawa digital agency yang workaholic istri saya tidak pernah absen salat. Itulah yang membuat saya respect terhadap keimanan dia.
Walau secara gnostic saya tidak bisa menjadi imamnya, tapi secara spiritual saya tahu bahwa Allah SWT sedang menggerakan hatinya. Kuasa Roh Allah saat ini mungkin sedang membimbingnya dalam menjalankan puasa.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Pakar Tafsir Muhammad Quraish Shihab dalam karyanya Membumikan Al-Qur’an (2000) menjelaskan, dari segi ajaran agama, para ulama menyatakan bahwa semua agama samawi, sama dalam prinsip-prinsip pokok akidah, syariat, serta akhlaknya.
ADVERTISEMENT
Ini berarti bahwa semua agama samawi mengajarkan keesaan Allah, kenabian, dan keniscayaan hari kemudian. Salat, puasa, zakat, dan berkunjung ke tempat tertentu sebagai pendekatan kepada Allah adalah prinsip-prinsip syariat yang dikenal dalam agama-agama samawi. Tentu saja cara dan kaifiat-nya dapat berbeda, namun esensi dan tujuannya sama.
Mungkin melalui istri saya, Roh Kudus-lah yang mengajak saya untuk belajar Islam dengan segala keindahannya.
Sejarah dan Arti Bulan Maria
Secara tradisi, Gereja Katolik mendedikasikan bulan-bulan tertentu untuk devosi tertentu. Bagi yang belum mengerti bagi umat Katolik bulan Mei adalah bulan yang spesial.
Bulan Mei sering dikaitkan dengan permulaan kehidupan, karena pada bulan Mei di negara-negara empat musim mengalami musim semi atau musim kembang. Maka bulan ini dihubungkan dengan Bunda Maria, yang menjadi Hawa yang Baru.
ADVERTISEMENT

Hawa sendiri artinya adalah ibu dari semua yang hidup, “Mother of all the living”. (Kejadian 3:20)

Devosi mengkhususkan bulan Mei sebagai bulan Maria diperkenalkan sejak akhir abad ke-13. Namun praktik ini baru menjadi populer di kalangan para Jesuit di Roma pada sekitar tahun 1700-an, dan baru kemudian menyebar ke seluruh Gereja Katolik hingga sekarang.
Dari dulu saya pun tak pernah absen untuk melakukan devosi kepada Bunda Maria lengkap dengan Rosario berwarna merah putih simbol negara kita. Maria itu ibunya Yesus a.k.a Nabi Isa.

Bunda Maria itu bukan Tuhan. Sampai sekarang yang masih sering menjelaskan kepada rekan-rekan yang masih salah kaprah soal konsep Trinitas. Ada lho yang berpikiran orang Katolik Tuhannya ada tiga: Ayah, Ibu, Anak. Mungkin salah satunya Anda yang membaca tulisan ini.

ADVERTISEMENT
Entah kenapa saya merasa spirit Bunda Maria itu ada di dalam sosok istri saya. Ada kemiripan yang spesial antara istri saya dan sosok Bunda Maria. Mungkin hanya orang-orang yang telah mencapai level sufi yang mengerti itu. Saya pun tak dapat menjelaskannya.
Terus Kapan?
Sejujurnya pertanyaan bahlul ini masih muncul di kalangan teman atau keluarga jauh. Pertanyaan macam, "Kapan masuk Islam, Mas?" atau "Kapan Mbaknya jadi Katolik?" acap kali menusuk telinga kami.
Kami jawab selalu dengan senyum.
Kalian yang di sana tidak perlu khawatir.
Palingan saya jawab, "Yesus niku agamane nopo to? Kristen? Islam? Terus Dewi Maria niku nggih agamane nopo? Daud, Ibrahim? niku nopo to agamane? Trus sing paling penting Gusti Allah niku gadah agama?"
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.85