• 1

USER STORY

Star Wars Philosophy

Star Wars Philosophy


Buku “the power of myth” itu filosofi nya sangat mendalam.

Buku tersebut adalah sebuah kumpulan percakapan selama bertahun tahun antara Joseph Campbell, seorang filsuf, dengan George Lucas, penulis, pencipta starwars.

Kedua orang ini sangat menyukai mitos tentang manusia dari berbagai ragam budaya dan latar belakang di seluruh dunia. Nah karena begitu kaya nya George Lucas akan pengetahuan ini, filem filem seperti starwars dan indiana jones hadir sarat ragam jenis manusia berikut budaya ala imajinasi beliau, berdasarkan beragam mitos.

Starwars sendiri menceritakan ‘perjalanan’ batin dan destiny seorang manusia yang dalam trilogy pertama, adalah tentang seorang Anakin Skywalker.

Lalu dalam prequel tentang Luke Skywalker, yang sebenarnya adalah anak laki laki dari Anakin.

Dalam trilogy pertama, sesuai apa yg diobrolkan George Lucas dengan sahabatnya Joseph Campbell, diceritakan dengan sangat hati hati dalam semua 3 file itu bahwa mythology kehidupan jiwa manusia dapat dibagi menjadi 4 tahap atau phases yang bisa dianalogikan dalam 4 jenis binatang yang semuanya ada dalam jiwa seseorang begitu dia dilahirkan.

Phase 1 binatangnya adalah Puppy. Setiap manusia akan pertama kali melepaskan puppy dalam dirinya di fase awal kehidupannya. Lugu, lucu, manis, nakal kecil dan mengikuti tuannya.

Untuk mendapat reward dalam bentuk dihidupi, disayang, dilindugi. Dalam fase ini rasa senang juga dalam bentuk kecil, disebut ‘joy’. Tapi kehidupan puppy akan juga mengalami sedih, luka, kecewa, penyesalan.

Keseimbangan senang tak senang yang menentukan saat pelepasan binatang yang ke2. Yaitu ‘bull’. Kuat, terutama secara fisik karena besar, mampu bertahan, setia pada peran mengabdi pada tuan nya, mampu menerima beban berat, dan kekecewaan, bahkan siksaan, melawan memakai kekuatan fisik dengan taktik sederhana. Rasa senang dalam fase ini disebut ‘gladness’.

Seberapa kemampuan melawan sakit fisik dan jiwa dalam fase ini, menetukan saat yepat dan kaliber binatang ketiga yang dilepaskan dari dalaam jiwa manusia. Yaitu ‘lion’. Saat ini dalam diri manusia ini dialan sendiri tuan nya. Dia memakai kekuatan fisik maupun akal dan pengalaman nya didera senang dan susah untuk jadi benteng pertahanan dan menciptakan strategy. Dia bahkan juga haus kehormatan dan kekuasaan, tidak sungkan menyakiti jika harus saudara dan anaknya dalam mempertahankan kekuasaannya. Melakukan segalanya dengan segenap kekuatan akal dan fisiknya karena pencapaian dalam masa ini adalah disadari menjadi puncak kehidupannya. Rasa senang yang dicapai di masa ini disebut ‘happiness’.

Setelah seorang manusia mencapai apa yang perlu dicapai di masa lion ini dan puas, ataupun menurun, maka akan terlepaslah binatang yang ke 4. Yaitu ‘dragon’.

Fase ini, semua sudah tau siapa dia, kekuasaan nya sudah jelas. Dan tidak perlu beradu fisik jika tidak perlu. Karena dia punya senjata lain, apa hang keluar dari mulutnya mampu menjatuhkan lawannya tanpa perlu menggunakan cakarnya.

Kesenangan yang bisa dicapai disebut ‘ bliss’ yang merupakan kebahagiaan mutlak karena tanpa batas waktu. Senang dan puas. Sangat sedikit lagi hal hang masih bisa menyakiti dirinya atau melawannya. Jika waktunya sampai, dragon pun rela pergi karena fisik dan mind manusia ini sudah menemukan soul dalam dirinya.

Dalam trilogy pertama starwars, dibahas dalam buku ini jelas sekali saat saat Anakin Skywalker melepaskan satu per satu binatang binatang ini dari awal hingga akhir.

May the force be with you 🖖

Star Wars Philosophy


Star Wars

500

Baca Lainnya