kumparan
KONTEN PENGGUNA
26 Maret 2020 12:52

Tips: iPad Pro Setup untuk WFH

Screen Shot 2020-03-26 at 12.18.50.png
Cara untuk tetap membuat kita produktif selama Work From Home (WFH) salah satunya adalah membuat area kerja (workstation) di rumah senyaman mungkin.
ADVERTISEMENT
Memasuki Minggu kedua WFH ini, mulai berseliweran di timeline Instagram saya beberapa setup workstation dari beberapa rekan, hingga produsen aksesoris yang pasti bikin ngiler.
Beberapa dari teman-teman pasti sudah tak asing dengan beberapa gambar macam ini.
Nah, jika biasanya yang terbayang workstation itu adalah gemerlapnya lampu LED plus big screen monitor lengkap dengan Mac book plus iPad yang ditata nan cantik, beda dengan saya.
Coba perhatikan workstation saya berikut.
Screen Shot 2020-03-26 at 12.29.29.png
Minimalist iPad setup: iPad Pro 11" + AirPod 2
Becanda mas?
Enggak. Saya ini kan orangnya memang minimalist. Saya selalu pakai baju sama tiap hari (polo hitam + jean), sling bag kecil (hadiah gym), menu makan sama, dan saya menikmatinya tiap hari.
ADVERTISEMENT
Filosofi hidup saya itu Less Is More.
Saya akan berfokus ke hal-hal kecil yang paling esensial dan efektif dalam hidup, ketimbang menggunakan produk-produk yang menurut saya kurang efektif hanya karena keliatan keren namun tidak fungsional.
Terus Pake iPad Doang Gitu?
Yes. Terkadang saya merasa tidak terlalu butuh laptop. Memang perlu dipahami sebelumnya beda pekerjaan beda tools. Saya bukan designer. Lantas kenapa harus pakai gigantic monitor lengkap dengan LED warna-warni bak pasar malem seperti di IG IG itu?
Saya juga bukan video editor. Saya tidak melakukan proses produksi kreatif. Bidang pekerjaan saya sehari-hari lebih banyak ke analisa, strategy, ideation, konseptual, pengembangan bisnis dan project management (buat saya direct call lebih efektif ketimbang muter-muter di email). Apalagi tools yang lebih simple jika bukan: iPad Pro (daily driver) + Air Pod (biar audio attention lebih fokus).
ADVERTISEMENT
Loh keyboardnya mana?
Manusia seperti saya mungkin tergolong langka di planet bumi ini. Dulu saya adalah orang yang paling tidak biasa menggunakan barang bernama mouse. Buat saya kategori laptop cuma ada dua: ThinkPad atau Macbook.
Screen Shot 2020-03-26 at 12.36.22.png
IBM/ Lenovo dengan thinkpad niple merahnya sudah cukup efektif untuk bekerja. Setelah saya kenal Macbook, ternyata lebih efektif lagi. Saya ga paham kenapa mouse itu dibuat kalau pake touchpad aja udah enak banget. Mulus, alus, lancar
Kembali ke masalah kenapa ga pakai keyboard. Saya tidak butuh sebuah hardware tambahan ketika fungsinya redundant. Ada virtual keyboard kan? Saya menulis artikel ini pun di iPad pake virtual keyboard. Entah kenapa otak saya kadang ga bisa menerima hal-hal yang bersifat redundant semacam eksternal keyboard, mouse, dual screen dan lain-lain.
ADVERTISEMENT
Makanya saya seneng banget ketika Apple meluncurkan iPad OS. Contohnya fungsi fungsi yang dulu dilakukan dengan dual screen sekarang bisa digantikan dengan split screen. Menurut saya ini gokil, kenapa ga dari dulu sih.
Screen Shot 2020-03-26 at 12.49.37.png
virtual keyboard iPad Pro
Bisa Gitu?
Kalau saya editor, mungkin saya membutuhkan dual screen monitor untuk koreksi warna. Kalau saya graphic designer, mungkin saya butuh Apple Pencil untuk mendapatkan presisi design yang lebih baik.
Basic saya Enterpreneur In Residence (EIR). Saya bantu juragan-juragan saya untuk setup bisnis dari nol. Kalau bisnis baru sudah berjalan, kerjaan saya lebih ke bikin strategy dan ngepush orang lain untuk eksekusi agar operasional bisnis berjalan. Ga perlu team. Terkadang kalau ada masalah saya langsung turun sendiri cari solusinya. Sebagai seorang EIR, ketika saya tidak bisa memecahkan suatu masalah, at least saya tahu harus ngobrol dengan siapa. Karena itu tools dan aplikasi daily driver saya pun cukup simple.
ADVERTISEMENT
Xmind (Free Trial), G-Suite (Slide, Docs, Spreadsheet), plus Slack + Google Meetup atau Zoom sudah cukup untuk berkoordinasi dengan kolega. Bidang ini juga membutuhkan kemampuan analisa.
Sebagai analis kan kita butuh multi tasking yang cukup cepat. Analisa dengan Google Analytics, beberapa software web analytics, socmed analytics, download report untuk study case sudah terakomodir buat saya dengan hardware milik iPad Pro.
FYI, ini iPad yang sudah terupdate iPad OS 13.4 yang sudah pasti kemampuannya di atas Macbook Air 2015 (property kantor) yang selama ini jadi daily driver saya sih. Itulah kenapa kadang saya males pake Macbook Air.
Jadi dengan posisi dan bidang kerja di atas, kalau mau jujur pada diri sendiri, iPad Pro + Air Pad 2 plus Google Pixel buat nelpon udah lebih dari cukup guys!
ADVERTISEMENT
Ingat..Less Is More.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan