OJK soal BI Naikkan Suku Bunga: Alhamdulillah Bursa Rebound
·waktu baca 3 menit

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari, menghargai keputusan Bank Indonesia (BI) yang mendadak menaikkan kembali suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen.
Kiki, sapaan akrab Friderica, mengatakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mencakup Kemenkeu bersama OJK, BI, dan LPS terus mencermati pelemahan rupiah. Dia menilai salah satu dampak positif terlihat pada perbaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini.
IHSG ditutup melambung signifikan di zona hijau pada perdagangan sesi II Selasa (9/6). Berdasarkan data dari Stockbit, IHSG ditutup melambung 404,51 poin atau 7,57 persen ke level 5.746,648. Indeks LQ45 juga tak kalah impresif dengan kenaikan 7,99% ke posisi 569,322.
"Kita kemarin juga cukup dalam turunnya. Tapi hari ini alhamdulillah rebound, dan kita lihat juga beberapa hal yang kemudian menjadi pertanyaan dari investor sudah disampaikan," ungkap Kiki saat ditemui di kantor Kemenkeu, Selasa (9/6).
Selain itu, Kiki juga menyambut baik imbauan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad terkait emiten BUMN bisa melakukan buyback saham tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), diharapkan bisa menjadi sentimen positif untuk bursa saham.
"Kita melihat juga upaya untuk buyback saham, ya, tanpa RUPS juga sudah mulai ada wacana untuk dilakukan. Jadi kita melihat ini sama-sama yuk, supaya market kita bisa kembali rebound," jelasnya.
OJK, kata Kiki, akan terus mencermati ketahanan sektor jasa keuangan di tengah pelemahan rupiah. Dia terutama menyoroti perbankan yang sangat terpapar pergerakan valuta asing.
Adapun nilai tukar rupiah di pasar spot sore ini ditutup menguat ke level Rp 18.050 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan apresiasi signifikan dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi di level Rp18.170. Rupiah tercatat menguat 120 poin atau sebesar 0,660%.
"Misalnya kita lakukan assessment secara sektor maupun secara lintas sektor, artinya keterhubungan antar sektor misalnya perbankan dengan pasar modal dan sebagainya. Kita lihat secara cermat," kata Kiki.
"Kita melihat bahwa kondisi sektor jasa keuangan kita masih terjaga. Tapi terus tentu saja kita tidak lengah dan terus mencermati berbagai perkembangan yang ada, semoga semuanya membaik," imbuhnya.
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan keputusan tersebut diambil setelah hasil evaluasi menunjukkan tekanan terhadap rupiah lebih besar dibandingkan perkiraan saat Rapat Dewan Gubernur (RDG) sebelumnya pada 19-20 Mei.
Menurut Perry, BI secara rutin melakukan evaluasi pelaksanaan kebijakan moneter setiap pekan. Dari evaluasi terbaru, bank sentral menilai diperlukan langkah lanjutan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran.
"Dalam berbagai evaluasi hari ini kita melihat, kok, pelemahan rupiah melebihi yang kita proyeksikan dulu,” kata Perry di Kompleks Parlemen RI siang tadi.
