Opini & Cerita
·
10 Oktober 2020 10:18

Jebakan Pesta Narkoba Karyawan Ibu Kota

Konten ini diproduksi oleh Fathurrohman
Jebakan Pesta Narkoba Karyawan Ibu Kota (251)
pesta narkoba di tempat hiburan malam. source: freepik.com
Kepenatan kerja di Ibu Kota memang luar biasa. Bukan hanya lelah mental menghadapi setumpuk pekerjaan atau tekanan dari pimpinan. Namun kepenatan semakin menjadi karena Jakarta yang macet, perjalanan pulang dan pergi dari tempat kerja.
ADVERTISEMENT
Untuk menghilangkan kepenatan, kongkow di café, coffee shop, atau nge-mal adalah solusi singkat. Sesekali, undangan pesta ulang tahun, promosi jabatan, atau sekadar bonus perusahaan menjadi moment tersendiri untuk menghilangkan kepenatan itu.
Kali ini, Salma, bukan nama aslinya, mendapatkan undangan pesta dari rekan kantornya, sesama karyawan perusahaan swasta. Temannya mengundang Salma atas promosi jabatan yang diraihnya. Sebagai ungkapan kebahagiaan, mereka melakukan pesta kecil-kecilan di tempat hiburan malam (THM) di daerah Jakarta Barat.

Bukan Pesta Biasa

Seperti dugaan Salma, ini adalah pesta yang sama dengan pesta pertama, kedua, ketiga, dan keempat yang pernah dialaminya. Apalagi tempat pestanya adalah tempat yang sama dengan sebelumnya. Salma mulai hafal detail tempat hiburan malam tersebut. Ini bukan pesta biasa.
ADVERTISEMENT
Salma bersama rekannya memarkir mobilnya. Di pintu masuk tempat hiburan tersebut, dua orang sekuriti memeriksanya. Setelah menyampaikan undangan pesta yang dimilikinya, Salma ditunjuk room yang sudah dipesan pengundang.
Memasuki lorong remang utama, belok kiri, terlihat Room G-16. Salma dan rekannya masuk. Di dalam Room tersebut sudah ada lima orang lainnya, tiga pria dan dua wanita. Tidak lama kemudian, pelayan tempat hiburan masuk dan menawarkan sejumlah menu. Tak lupa pelayan tersebut menawarkan “vitamin.”
Jhon, pengundang, mengiyakan tawaran vitamin tersebut. Jhon pesan 7 butir, sesuai dengan jumlah mereka. Salma sadar, dirinya mendapat jatah satu butir. Untuk vitamin yang satu ini, pembayaran di tempat. Tidak dibarengi dengan bill makanan, minuman, dan sewa room.
ADVERTISEMENT
Jebakan Kenikmatan Narkoba
Salma, masih ingat nikmatnya vitamin yang dimaksud. Jika pada jamuan pesta pertama dan kedua masih ada perasaan takut, pada penggunaan ketiga dan seterusnya perasaan tersebut sudah mulai terkikis. Amfetamine yang terkandung dalam vitamin tersebut telah menjerat Salma. Narkoba telah mengubah otaknya dengan cara yang membuat sulit berhenti, bahkan saat di mana Salma berusaha kepada dirinya untuk mengatakan berhenti pun, Salma tetap menelannya dengan alasan pertemanan.
Musik breakbeat mulai didendangkan, sebagian temannya telah lelap dalam dekapan halusinasi, terbang dalam kenikmatan. Salma mulai membelah vitaminnya merek banteng-nya dalam dua bagian. Setelah beberapa waktu, Salma kemudian menelan yang setengahnya.
Bagi Salma, begitu juga pengguna awal narkoba, pada umumnya dilakukan dengan sukarela atau sekadar coba pakai. Hari ini, baginya adalah penggunaan narkoba yang kelima kali dan kemungkinan besar akan terus berulang. Pada saatnya, akan ada perubahan otak yang menantang pengendalian dirinya. Kini Salma mulai menjadi pecandu, kemampuannya untuk menahan dorongan kuat untuk tidak menggunakan narkoba menjadi lemah.
ADVERTISEMENT
Seiring penggunaan narkoba, seperti halnya teman-teman Salma di room G-16 tersebut, telah terjadi perubahan otak. Yang Salma ketahui, pertama kali berjumpa mereka dalam pesta pertama, hanya setengah butir vitamin yang digunakannya. Tapi sekarang satu butir, mereka telah naik level kecanduan. Sama seperti dirinya sekarang.

Melepas Diri atau Terlibat Jauh dari Jebakan Narkoba

Untuk orang seperti Salma dihadapkan pada dua posisi kontradiksi, melepas diri atau terjerat lebih jauh. Pengguna narkoba, jika tidak berhenti sepenuhnya, maka dia akan menenggelamkan diri, mencoba jenis narkoba lain, atau menjadi bagian dari jaringan narkoba. Dia akan berada pada dua pilihan, mati over dosis atau menghabiskan sisa hidupnya dipenjara.
Tidak mudah untuk bisa melepaskan diri dari kecanduan narkoba. Beberapa artis yang bolak-balik ditangkap karena persoalan narkoba cukup banyak. Menjadi narkoba itu seperti orang yang terkena penyakit kambuhan.
ADVERTISEMENT
Menjadi kambuhan bukan berarti pengobatan tidak berhasil. Seperti karakter penyakit kronis lainnya, pengobatan harus terus dilakukan dan harus disesuaikan berdasarkan bagaimana kondisi dan respons pasien.
Upaya melepas diri dari narkoba, harus dilakukan sekarang. Jika tidak, maka Salma akan menghadapi persoalan umum penggunaan narkoba dalam jangka Panjang. Salma akan menghadapi perubahan pada sistem dan sirkuit kimiawi otak lainnya yang meliputi adaptasi terhadap obat-obatan, fungsi otak untuk pertimbangan, pengambilan keputusan, stres, penyimpanan, dan bahkan perilaku yang bermasalah.
Tahun lalu, penulis bertemu dengan aktivis Voice of Hope, LSM yang melayani kecanduan narkoba di Kentucky, AS. Mereka mempunyai pengalaman aneka ragam pecandu narkoba. Voice of Hope juga mencatat bahwa saat seseorang terus menggunakan narkoba, otak menyesuaikan dengan kelebihan dopamin dengan mengurangi penggunaannya dan atau mengurangi kemampuan sel di sirkuit penghargaan untuk menanggapinya.
ADVERTISEMENT
Di situlah kenapa narkoba begitu susah untuk dapat lepas dari seseorang, termasuk Salma dan rekan-rekan pestanya. Mereka saat ini sedang begitu menikmatinya. Kita ikuti akhir cerita Salma, bebas dari jeratan narkoba, mati over dosis, atau menyia-nyiakan sisa hidupnya di penjara.
Note: Cerita berdasarkan cerita sebenarnya dengan penyesuaian seperlunya.