Bola & Sports
·
15 September 2021 11:14

Pelajaran dari Mohammad Ahsan, Usia Hanyalah Sebuah Angka

Konten ini diproduksi oleh Ferdian Ahya Al Putra
Pelajaran dari Mohammad Ahsan, Usia Hanyalah Sebuah Angka (144611)
searchPerbesar
Mohammad Ahsan dan Lee Yang di Semi Final Olimpiade Tokyo 2020. Foto: Instagram @bwf.official
"Usia itu hanyalah sebuah angka" mungkin adalah ungkapan yang paling tepat untuk menggambarkan penampilan Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan. Pasangan yang mendapat julukan The Daddies tersebut hingga kini masih menempati peringkat ke-2 dunia di bawah pasangan The Minions, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon.
ADVERTISEMENT
Baik Ahsan maupun Hendra, keduanya telah berusia kepala tiga, di mana Ahsan telah berusia 34 tahun, sedangkan Hendra berusia 37 tahun. Pada usia tersebut, mereka masih mampu bersaing dengan atlet-atlet bulu tangkis muda dari berbagai negara di dunia. Bahkan, beberapa atlet lain yang memiliki usia serupa telah mendahului pensiun. Dikutip dari 360badminton.com, Hiroyuki Endo yang telah berusia 34 tahun, dan Takeshi Kamura serta Keigo Sonoda yang berusia 31 tahun memutuskan untuk gantung raket, jelang perhelatan Sudirman Cup 2021.
Namun, pada situasi tersebut, ada hal menarik dari penampilan Ahsan di lapangan. Pemain kelahiran Palembang, 7 September 1987 ini masih memiliki pukulan smash yang kuat di usianya yang relatif tidak muda lagi untuk ukuran atlet bulu tangkis. Sejak masih muda Ahsan memang dikenal sebagai smash machine. Ia sering melakukan pukulan smash tanpa henti untuk meruntuhkan pertahanan lawan-lawannya. Dalam beberapa kesempatan terakhir, Ahsan masih mampu mengeluarkan smash kencangnya, termasuk saat Olimpiade Tokyo 2020.
ADVERTISEMENT
Salah satu momen menarik terjadi saat Ahsan dan Hendra melawan pasangan asal Inggris, Ben Lane dan Sean Vendy di Toyota Thailand Open 2021. Di sela-sela interval di set kedua, pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi memuji kemampuan smash Ahsan. "Tembakkannya masih anak muda bro, edan tembakkannya kenceng," tutur Herry. Nampaknya Herry sangat senang dengan kemampuan smash Ahsan tersebut yang masih seperti saat muda.
Meskipun tidak membawa pulang medali Olimpiade, prestasi Ahsan dan Hendra patut diapresiasi karena mampu menembus semi final. Di semi final pun mereka memberikan perlawanan yang sengit dengan rubber set melawan pasangan Malaysia, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik. Torehan ini bahkan lebih baik jika dibandingkan dengan unggulan lain seperti Hiroyuki Endo dan Yuta Watanabe yang juga digadang-gadang sebagai kandidat peraih medali emas Olimpiade Tokyo.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari akun Instagram @badmintalk_com, banyak pecinta bulu tangkis asal Tiongkok yang sedih ketika Ahsan dan Hendra gagal meraih medali. Beberapa menyebut bahwa hati mereka sakit, ada pula yang menyebut bahwa mereka menangis karena Ahsan dan Hendra gagal. Namun, tidak sedikit pula yang mengapresiasi pencapaian tersebut, bahkan ada yang menyebut bahwa kedua pemain tersebut adalah legenda.
Pendapat-pendapat tersebut menunjukkan bahwa banyak yang kagum dengan penampilan Ahsan dan Hendra. Ahsan dan Hendra tidak hanya dikagumi oleh pendukungnya di Indonesia, tetapi juga dikagumi oleh pecinta bulu tangkis Tiongkok. Nama-nama atlet seperti Liu Yuchen, Lee Yang, Wang Chi-lin, dan Soh Wooi Yik juga menganggap mereka sebagai idola.
Sementara itu, kehadiran Ahsan dan Hendra dalam tim dianggap atlet-atlet muda Indonesia sebagai panutan. Baik Ahsan maupun Hendra memang masih sering melakukan latihan bersama di Pelatnas Cipayung meskipun bukan berstatus sebagai pemain Pelatnas. Sejauh ini, prestasi Ahsan dapat dibilang sangat gemilang. Bersama Hendra Setiawan, ia sempat menempati peringkat pertama dunia di tahun 2014, dan telah meraih berbagai gelar di ajang super series, All England, BWF World Tour Final hingga Kejuaraan Dunia BWF.
ADVERTISEMENT
"Makin tua makin jadi," itulah ungkapan lain yang mampu mengungkapkan penampilan dari Ahsan dan Hendra. Oleh karena itu, menarik untuk menantikan smash-smash kencang Ahsan dan bola-bola depan Hendra dalam Sudirman Cup yang akan digelar pada 26 September-3 Oktober 2021 di Finlandia mendatang.
***
Kuis kumparan: "ATLET INDONESIA YANG JADI IDOLAMU"
Kuis kumparan: "ATLET INDONESIA YANG JADI IDOLAMU"
Kuis kumparan: "ATLET INDONESIA YANG JADI IDOLAMU"