• 0

USER STORY

Pasangan dhuafa lumpuh di tengah kota luput dari perhatian pemerintah

Pasangan dhuafa lumpuh di tengah kota luput dari perhatian pemerintah


KEDUA KAKI PASANGAN IBU DAN ANAK INI SAMA2 LUMPUH, HIDUP TANPA KERABAT HANYA HIDUP DARI PEMBERIAN ORANG.


Sumenep Berbagi, Sumenep - Nenek Misnati awalnya menjadi tulang pungung keluarga selama ini untuk memberikan makan anak kesayangannya, namun sekarang posisi berbalik sejak beliau lumpuh akibat sakit beberapa tahun yg lalu. Peran tulang punggung keluarga kini di ganti oleh anaknya yg juga lumpuh kedua kaki fan tangan kirinya akibat stroke yg menyerangnya.
Kini kedua pasangan ibu dan anak ini praktis hanya hidup di area teras rumahnya yg sdh reot berukuran 2x3m. Tempat tsb dipilih sebagai pusat aktifitas sehari-hari. Tidur, makan minum, memasak, mandi bahkan Bab dan Bak juga di tempat tsb. Ruang dalam rumah praktis tida pernah di tempati lagi, karena sang ibu yg hanya yang terbaring lemas di atas tempat tidur ditawat oleh si anak yg juga lumpuh. Sungguh mengenaskan nasibnya.
Di gubuk reyot yg bocor inilah, kedua ibu anak ini tinggal, Ia berharap ada uluran tangan dari semua pihak untuk memberikan bantuan, gak perlu mewah, cukup permudah aksesbilitas nya seperti, istirahat, mandi, masak dsb. Karena gubuk reyot yang ditempatinya pada musim hujan ini bocor. Akibatnya seringkali ibu anak yang lumpuh ini basah dengan air hujan saat tidur di malam hari.
Jangan tanyakan tentang standart hidup layak ke mereka, tidur di teras rumah, tidak bisa kemana mana, lalu lalang tetangga dan anak2 yg bermain lah satu2 nya hiburan bagi mereka...
Gencarnya program pembngunan yg dicanangkan pemerintah setempat tak sedebupun menyentuh baju mereka.
Lokasi tempat tinggal mereka di Tengah kota di desa kolor, kabupaten sumenep, jl. Wahid hasyim. di kelilingi hotel, bank bumd, bank bumn, kantor pemerintahan, toko2 dan gedung2 mewah... Tapi mereka terlalu kecil untuk tampak, atau kita yang gak sudi melihatnya.

EkonomiKemiskinan

500

Baca Lainnya