News
·
27 Oktober 2020 9:15

Pemuda dan Perubahan

Konten ini diproduksi oleh Ferryal Abadi
Pemuda dan Perubahan (536438)
Sejumlah pelajar membentangkan bendera Merah Putih saat digelar Upacara Sumpah Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda di lapangan Tugu Pahlawan. Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Pada tanggal 20 Mei 1908 Boedi Oetomo (Budi Utomo) sebuah organisasi didirikan oleh seorang pemuda yang bernama Dr. Soetomo dan hingga hari ini setiap tanggal 20 Mei kita bangsa Indonesia memperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Sebuah pergerakan sebagai cikal bakal tumbuhnya pergerakan-pergerakan yang di kemudian hari dalam memperjuangkan Indonesia Merdeka.
ADVERTISEMENT
Pada tahun 1908 pemuda yang bernama Dr. Soetomo baru berusia 20 tahun karena dia lahir 30 Juli 1888 di daerah Jawa Timur dan bersekolah di sekolah kedokteran STOVIA Batavia atau sekarang bernama Jakarta.
Seratus tahun lebih sejak Budi Utomo berdiri banyak peristiwa bersejarah yang bangsa dan negera ini lewati. Tahun 1928, 1945, 1966, 1998 adalah tahun-tahun bersejarah karena tahun-tahun tersebut para pemuda bangsa ini bergerak sebagai agen perubahan, pendobrak dan pembaharu dalam mengubah tatanan kehidupan bangsa dan bernegara khususnya perubahan sosial dan politik.
Munculnya tokoh-tokoh pemuda yang maju di garda depan pada zaman kemerdekaan seperti Soekarno, Hatta, Moh Yamin, Jenderal Sudirman, Syahril, M Natsir, MH Tamrin dan masih banyak tokoh lainnya membuktikan bahwa peran pemuda sangat strategis dalam perjuangan memerdekakan Indonesia. Tonggak sejarah pemuda terlahir pada tanggal 28 Oktober 1928 dengan lahirnya sumpah pemuda.
ADVERTISEMENT
Tanggal 28 Oktober tahun ini kita memperingati hari sumpah pemuda ke-92. Pada zaman kemerdekaan para pemuda berjuang melawan penjajah dan berjuang agar Indonesia merdeka maka setelah Indonesia merdeka peran pemuda adalah mengisi kemerdekaan.
Undang-undang No. 40 tahun 2009 Tentang Kepemudaan. Pasal 17 Ayat 3 disebutkan peran aktif pemuda sebagai agen perubahan diwujudkan dengan mengembangkan: a. Pendidikan politik dan demokratisasi, b. Sumberdaya ekonomi, c. Kepedulian terhadap masyarakat, d. Ilmu pengetahuan dan Teknologi, e. Olahraga, seni dan budaya, d. Kepedulian terhadap lingkungan hidup e. Pendidikan kewirausahaan dan/atau kepemimpinan dan kepeloporan pemuda.
Perubahan Teknologi dalam masa revolusi industri 4.0 menjadi tantangan yang harus di hadapi pemuda Indonesia. Apakah teknologi dan informasi menjadi sesuatu yang bermanfaat atau hanya menjadi pemuda Indonesia yang menjadi penonton atas kemajuan teknologi dan Informasi saat ini.
ADVERTISEMENT
Selama ini kita hanya menjadi pasar besar yang akhirnya menciptakan pemuda-pemuda yang konsumtif. Kemajuan teknologi dan informasi seharusnya menjadi momentum pemuda Indonesia untuk berkreasi dan berinovasi. Potensi pemuda yang memanfaatkan teknologi dan informasi sangatlah besar namun di Indonesia masih sangat sedikit memanfaatkan.
Padahal seperti di bidang pertanian, perikanan, perkebunan dan bidang lainnya potensinya masih besar dalam memanfaatkan teknologi dan informasi. Kita masih terbatas pada bidang jasa seperti marketplace.
Bonus demografi yang akan Indonesia alami adalah generasi di mana pemuda mempunyai peran yang penting dalam teknologi dan informasi. Digital literasi akan menjadi sesuatu yang mutlak dimiliki oleh pemuda saat ini untuk menghadapi teknologi dan informasi di masa yang akan datang. Kemampuan menganalisis masalah dan cara mengambil keputusan menjadi kemampuan yang harus dimiliki karena perubahan saat ini sangat cepat berubah sehingga pemuda harus mampu beradaptasi terhadap lingkungan.
ADVERTISEMENT
Penguasaan bahasa inggris yang masih lemah menjadi kendala untuk bersaing di era globalisasi karena teknologi dan informasi dimiliki oleh negara-negara lain. Pemuda saat ini cenderung akan menjadi pasif jika teknologi dan informasi menjadi teman sehari-hari.
Dengan kemudahan teknologi dan informasi pemuda akan malas untuk aktif berorganisasi, malas bersosialisasi dan malas berinteraksi secara langsung dengan masyarakat dan sekitarnya sehingga terkadang menjadi tidak sensitif dan tidak peka terhadap perubahan di sekelilingnya.
Tidak ada yang kuat sekuat tenaga pemuda, tidak ada yang bisa berlari cepat secepat larinya pemuda, tidak ada yang bisa berpikir inovatif se inovatif pemuda. Karena itu manfaatkan masa muda kita sebaik-baiknya. Pemuda Indonesia masa lalu, masa kini dan masa depan harus tetap bisa sebagai agen perubahan.
ADVERTISEMENT
Ferryal Abadi, Dosen FEB, Universitas Esa Unggul, Jakarta
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white