Kearifan Lokal dan Potensi Kemajuan Ekonomi Desa

Penggiat Literasi Sosial
Konten dari Pengguna
23 Juni 2022 17:18
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Fiderman Gori tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Kearifan Lokal dan Potensi Kemajuan Ekonomi Desa (152804)
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Pexels.com
Dalam tataran praktis dan efektif perkembangan yang semakin populer, menunjukkan banyak potensi-potensi kearifan lokal yang terangkat kepermukaan sehingga dapat di lihat serta di manfaatkan oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Perubahan yang semakin maju dan berkembang menjadi sebuah lokomotif yang mengingatkan kita bahwa proses perubahan harus benar-benar di perhatikan dan di laksanakan berdasarkan azas kepentingan bangsa dan negara secara umum.
ADVERTISEMENT
Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki kearifan lokal yang begitu beragam dengan berbagai macam budaya, adat dan bahasa yang terdapat di dalamnya. Tampak dari jumlah suku bangsa Indonesia terdiri atas 366 suku dan masing-masing suku tersebut mempunyai kebudayaan dan adat-istiadat yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.
Tentu dari jumlah presentasi suku bangsa di atas dengan nilai-nilai kearifan lokal yang beragam dan terpadu, secara praktis akan menjadi lahan produktif bagi masyarakat untuk di manfaatkan sebagai sumber pertumbuhan produktivitas serta kreativitas kerja masyarakat yang kompetitif. Sehingga, hasil outputnya dapat berdampak pada perubahan kehidupan ekonomi masyarakat lebih optimal khususnya masyarakat desa dengan kearifan lokal di milikinya.
Secara garis besar istilah kearifan lokal dapat ditemui dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam undang-undang tersebut, dinyatakan bahwa, kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat untuk antara lain melindungi dan mengelola lingkungan hidup secara lestari. Sementara menurut Saini, (2005), kearifan lokal adalah sikap, pandangan, dan kemampuan suatu komunitas di dalam mengelola lingkungan rohani dan jasmaninya, yang memberikan kepada komunitas tersebut daya tahan dan daya tumbuh di dalam wilayah di mana komunitas itu berada. Dengan kata lain, kearifan lokal adalah jawaban kreatif terhadap situasi geografis-geopolitis, historis, dan situasional yang bersifat lokal.
ADVERTISEMENT
Dari sudut pandang di atas saya menyimpulkan secara eksplisit bahwa, kearifan lokal merupakan nilai kebudayaan masyarakat yang di kemas menjadi sebuah karya kreatifitas dan produktifitas dalam mempertahankan dan melestarikan nilai-nilai leluhur sebagai identitas berbangsa maupun bernegara.
Desa adalah salah satu wilayah yang rentan dengan kearifan lokal yang cukup menarik serta menjadi pusat perhatian oleh banyak pihak. Internalisasi desa dengan seluruh kekayaan, keunikan, kekhasan alam dan budaya menunjukkan suatu peluang besar terhadap kemajuan kualitas ekonomi masyarakat desa lebih efisien.
Sebab, dengan lahirnya berbagai perhelatan kemajuan yang sangat dinamis saat ini, kearifan lokal berpotensi terhadap pertumbuhan dan pengembangan produktivitas ekonomi yang berkesinambungan bagi masyarakat desa. Dimana, masyarakat dapat mengembangkan kearifan lokalnya dengan berbagai macam jenis kreativitas dengan inovasi baru sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan internal masyarakat desa itu sendiri.
ADVERTISEMENT
Dari rangkaian kegiatan kearifan lokal yang saya ketahui di beberapa desa dengan kompetensi pemanfaatan yang inovatif dan progresif membuat nilai-nilai kebudayaan itu sendiri semakin meningkat dan membawa dampak positif bagi masyarakat setempat. Kearifan lokal seperti, budaya dan tradisi lokal masyarakat desa akhirnya mudah di pahami serta di mengerti oleh masyarakat secara umum. Selain itu, kearifan lokal juga akan mendatangkan keuntungan yang besar terhadap peningkatan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Salah satu contoh kearifan lokal yang gencar di laksanakan baru-baru ini yakni, festival Desa Hilisimaetano, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan. Terlihat dari kekayaan budaya lokal desa Hilisimaetano yang sangat menakjubkan dengan keindahan alam dan budayanya, desa Hilisimaetano termasuk 50 desa wisata terbaik pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
ADVERTISEMENT
Jika kita menelisik, kearifan lokal yang di miliki desa tersebut, cukup menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara. Budaya dan tradisi lokal, seperti lompat batu sebuah tradisi yang hanya dilakukan oleh laki-laki untuk menunjukkan bahwa mereka sudah pantas untuk dianggap dewasa secara fisik. Tarian maluaya si'oligo yakni, tarian yang menyiratkan persatuan seluruh masyarakat desa. Tari fogaele, atau yang lebih dikenal dengan tarian penyambutan di mana para penari wanita membawa "Bola Nafo" atau tas anyaman berisi sirih, yang biasanya diberikan pada tamu kehormatan. Selain itu, ada tari perang atau faluaya, tarian tersebut menunjukan keperkasaan para pejuang.
Hal ini merupakan salah satu bentuk akselerasi dari kearifan lokal yang ada di Indonesia. Kekayaan budaya yang di miliki desa tersebut di pentaskan dengan berbagai macam konsep seni budaya modern yang di dasari pada prakarsa nilai-nilai budaya leluhur yang di tinggalkan nenek moyang pada masanya.
ADVERTISEMENT
Ekonomi Desa
Selaras dengan kegiatan kearifan lokal di atas, tentu menjadi sumber inspirasi untuk meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat desa menjadi lebih baik. Pengembangan kearifan lokal dan ekonomi desa menjadi modal utama dalam pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat desa dengan menerapkan langkah kolaborasi, adaptasi dan inovasi sesuai dengan perkembangan zaman.
Kearifan lokal sebuah inovasi yang di lakukan secara bertahap dan berkesinambungan dengan dukungan moral dan materi dari pemerintah. Lewat Kearifan lokal dapat dimanfaatkan sebagai solusi dalam proses penguatan ekonomi dan pembukaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat agar bangkit dari keterpurukan ekonomi yang relatif rendah sampai saat ini.
Masyarakat desa dengan jiwa gotong royong yang telah di amanatkan harus benar-benar di implementasikan sebagai wujud kerjasama sinergis masyarakat secara signifikan. Adaptif terhadap perubahan dan tanggap terhadap perkembangan merupakan suatu kondisi dimana masyarakat desa mampu memberikan kontribusi positif terhadap kearifan lokal.
ADVERTISEMENT
Melalui perkembangan teknologi digital saat ini, digitalisasi dapat menjadi peluang atau kesempatan untuk melestarikan kearifan lokal. Digitalisasi dapat membantu mempromosikan atau memperkenalkan desa wisata ke khalayak yang lebih luas. Hal mendasar yang dapat dimanfaatkan dari digitalisasi yakni, dengan menghadirkan dan memperluas media atau saluran informasi mengenai desa wisata, baik bagi wisatawan lokal namun juga wisatawan internasional untuk mendatangkan keuntungan ekonomis bagi masyarakat.
Maka dari itu, aspek teknologi digital menjadi sarana untuk membantu melestarikan kearifan lokal agar lebih praktis dan efektif untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat desa melalui pemberdayaan kearifan lokal yang baik.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020