Konten dari Pengguna

Solusi Inovatif Mengatasi Kesulitan Membaca pada Anak Sekolah Dasar

Fika Riski Amalia
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Satra Indonesia Universitas Brawijaya
16 Juni 2024 10:08 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Fika Riski Amalia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ilustrasi anak sedang membaca (sumber: https://www.pexels.com/id-id/foto/anak-laki-laki-berdiri-dekat-rak-buku-261895/)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi anak sedang membaca (sumber: https://www.pexels.com/id-id/foto/anak-laki-laki-berdiri-dekat-rak-buku-261895/)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Membaca merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi anak sekolah dasar. Kemampuan membaca yang baik akan membantu anak dalam mempelajari berbagai mata pelajaran lainnya. Mengatasi masalah membaca pada anak sekolah dasar adalah tugas yang sangat penting, karena kemampuan membaca yang baik menjadi dasar bagi keberhasilan akademis di kemudian hari. Namun sayangnya, masih banyak anak yang mengalami kesulitan dalam membaca, terutama pada tahap membaca permulaan di kelas 1 SD.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan pengamatan di SDN 1 Panderejo, Banyuwangi, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan anak mengalami kesulitan membaca. Pertama, kurangnya pendidikan membaca sejak usia dini seperti di Taman Kanak-kanak. Tanpa dasar-dasar membaca ini, anak-anak kesulitan mengikuti pelajaran di sekolah dasar. Kedua, kurangnya perhatian dan pendampingan dari orang tua dalam pembelajaran membaca di rumah, akan memperburuk situasi karena anak-anak tidak mendapatkan dukungan yang cukup untuk berlatih dan mengembangkan keterampilan membaca mereka. Ketiga, rendahnya minat dan motivasi anak untuk berlatih membaca juga menjadi kendala signifikan, karena tanpa dorongan dari dalam diri, anak-anak cenderung enggan berusaha meningkatkan kemampuan membaca mereka.
Anak yang mengalami kesulitan membaca umumnya menunjukkan tanda-tanda seperti kesulitan mengenali huruf dan merangkai kata, terbata-bata saat membaca, serta menolak ketika disuruh membaca. Untuk mendeteksinya, orang tua dan guru perlu memantau perkembangan kemampuan membaca anak secara saksama. Orang tua juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan membaca anak. Memberikan dukungan, motivasi, dan kegiatan membaca bersama di rumah dapat membantu anak mengembangkan minat dan keterampilan membaca dengan lebih baik.
ADVERTISEMENT
Untuk mengatasi permasalahan kesulitan membaca pada anak sekolah dasar, mahasiswa Universitas Brawijaya menawarkan solusi inovatif. Mereka menciptakan sebuah modul yang yang dirancang untuk meningkatkan minat dan kemampuan membaca. Modul ini mencakup berbagai tahapan dasar membaca, cara menciptakan lingkungan yang merangsang minat literasi, rekomendasi buku yang menarik dan sesuai usia, serta metode untuk memasukkan literasi ke dalam kurikulum sekolah.
Tahapan dasar membaca dimulai dengan memperkenalkan huruf abjad dari A-Z beserta bunyinya. Proses ini dilanjutkan dengan mengeja suku kata, membaca kata, hingga membaca kalimat pendek. Setiap tahap perlu dilatihkan secara bertahap dan konsisten kepada anak, memastikan mereka memahami setiap langkah sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
Untuk merangsang minat literasi, sekolah dapat mendesain ulang perpustakaan menjadi area bermain yang menarik. Selain itu, mereka bisa mengadakan berbagai permainan bertema literasi seperti permainan peta harta karun dan dadu pintar, serta aktivitas bercerita (storytelling) yang interaktif. Buku yang direkomendasikan mencakup serial petualangan Tintin, serial Geronimo Stilton, cerita rakyat Indonesia, serta buku-buku tentang binatang dan alam, yang dapat menarik minat anak-anak khususnya di usia sekolah dasar.
ADVERTISEMENT
Memasukkan literasi dalam kurikulum dapat dilakukan dengan menambah waktu bimbingan membaca sebelum jam pelajaran dimulai, program membaca bersama yang melibatkan seluruh kelas, serta penggunaan media visual dan audio untuk membantu pemahaman. Kegiatan literasi kreatif, seperti menulis cerita atau membuat buku bergambar, juga bisa menjadi bagian dari pembelajaran. Selain itu, pembelajaran berbasis tema yang menggabungkan keterampilan membaca dengan mata pelajaran lain akan membantu anak-anak memahami pentingnya literasi dalam berbagai konteks.
Dengan modul ini, diharapkan anak-anak bisa mengembangkan keterampilan membaca dengan lebih baik dan menyenangkan, serta menumbuhkan minat literasi yang berkelanjutan. Dengan kerjasama antara sekolah dan orang tua serta strategi yang tepat, diharapkan anak-anak bisa mengatasi kesulitan membaca dan memiliki bekal kuat untuk pendidikan selanjutnya. Karena membaca adalah kunci untuk membuka pintu pengetahuan yang luas.
ADVERTISEMENT
Fika Riski Amalia, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Brawijaya