Pasukan Perdamaian PBB, TNI AD
2 September 2021 20:31
ยท
waktu baca 5 menit

Tes Keperawanan TNI yang Belum Final Dihapus dan Masa Depan Tentara Perempuan

Riuh ucapan selamat bagi militer Indonesia yang diberitakan akan menghentikan tes "dua jari" keperawanan seakan menggambarkan bagaimana negara ini sebenarnya sudah siap untuk menghargai perempuan dari partisipasi aktifnya, tidak hanya dari ketubuhan saja.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mendapatkan tanggapan baik setelah pernyataannya untuk memperbaiki proses rekrutmen di TNI Angkatan Darat (AD) dengan menghilangkan tes yang tidak relevan.
Andika secara gamblang menyatakan kondisi hymen, atau selaput dara, bukanlah penilaian yang tepat bagi calon anggota di TNI AD. Yang dites adalah kesehatan dan kemampuan mengikuti pendidikan militer, sementara tes keperawanan yang tidak ada hubungannya, tidak diperbolehkan lagi dilakukan di seluruh Rumah Sakit TNI AD.
Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu
KSAD Jenderal Andika Perkasa menyatakan tes keperawanan sudah dihapus. Namun, keputusan itu belum final. Kebijakan serupa pernah ada tahun 80an, bertahan dua tahun, dan dilupakan saat pejabat pensiun. Simak opini Fitri Bintang Timur, peneliti CSIS.