1,25 Hektare Lahan Jagung di Kangae Terserang Hama Tikus, Petani Pasrah

Konten Media Partner
24 Februari 2022 18:36
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
1,25 Hektare Lahan Jagung di Kangae Terserang Hama Tikus, Petani Pasrah (2244)
zoom-in-whitePerbesar
Tanaman jagung milik petani di Desa Tana Duen, Kecamatan Kangae yang dimakan tikus. Foto : Albert Aquinaldo
ADVERTISEMENT
MAUMERE – Petani jagung di wilayah Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka mengaku pasrah dengan hama tikus yang saat ini mulai menyerang tanaman jagung di wilayah itu.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data yang diterima media ini dari PPL dan POPT Kecamatan Kangae, total luas lahan jagung yang diserang hama tikus untuk wilayah Kecamatan Kangae seluasa 1,25 ha. Semuanya masuk kategori rusak ringan.
Romualdus Emilianus, petani jagung di Dusun Bolawolon, Desa Tana Duen yang ditemui media ini, Kamis (24/2) di Bolawolon mengatakan sebagian besar lahan jagung di wilayah itu sudah terserang hama tikus dan sudah terjadi sekitar 3 minggu lalu.
1,25 Hektare Lahan Jagung di Kangae Terserang Hama Tikus, Petani Pasrah (2245)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi tanaman jagung milik petani di Desa Tana Duen, Kecamatan Kangae yang dimakan tikus. Foto : Albert Aquinaldo
“Tahun-tahun kemarin juga jagung dimakant tikus tapi tidak seperti tahun ini yang jumlahnya banyak sekali,” ujarnya.
Romualdus yang juga merupakan ketua RT setempat mengatakan apabila tikus terus menyerang tanaman jagung, maka dikuatirkan akan terjadi gagal panen.
“Hasil dari jagung ini biasanya kami konsumsi untuk satu tahun tapi kalau sudah dimakan tikus begini kami mau harap apa lagi karena kami disini kami hanya tanam jagung, kalau mau simpan juga tidak bisa karena sudah dimakan tikus,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Dirinya mengaku pasrah dengan kondisi tersebut.
1,25 Hektare Lahan Jagung di Kangae Terserang Hama Tikus, Petani Pasrah (2246)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi tanaman jagung milik petani di Desa Tana Duen, Kecamatan Kangae yang dimakan tikus. Foto : Albert Aquinaldo
Sementara itu, Petrus Don Bosko, petani jagung di Dusun Bolawolon lainnya juga mengaku tanaman jagungnya juga terserang hama tikus.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Saat jagung sudah mulai ada isi, itu tikus sudah mulai makan, jagung muncul dia punya biji yang sudah bisa makan itu sudah dimakan tikus, hampir semua kebun itu dapat semua jadi tahun ini pasti kami kelaparan, kami jagung itu semuanya dimakan tikus,” tandasnya.
Senada dengan Romualdus, dirinya juga mengaku serangan hama tikus pada tahun ini sangat parah,
Meski demikian, mereka mengaku pasrah dengan kondisi itu.
Sebelumnya diberitakan bahwa, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Yohanes Emil Satriawan yang dikonfirmasi media ini pada Rabu (23/2) pagi melalui telepon selulernya menjelaskan bahwa, secara karakter, tikus suka di tempat gelap dan lahan yang rumputnya tinggi.
ADVERTISEMENT
"Kalau sanitasi kebun juga tidak bersih maka itu hobinya tikus terus kalau pemilik kebun juga jarang ke kebun, hanya pergi tanam, siangi rumput lalu rumputnya taruh di pinggir kebun itu berarti undang tikus, karena tikus inikan penciumannya tajam. Terus kemudian dari pola tanam, maka disarankan kalau bisa tanamnya itu serentak," jelasnya.
Maka disarankan agar para petani selalu memperhatikan sanitasi atau kebersihan lahannya masing-masing.
Lebih jauh, Emil Satriawan menjelaskan bahwa apabila intensitas serangan hama tikus masuk kategori berat maka pengendaliannya selain secara kimia mekanik juga menggunakan kearifan lokal (ritual adat).
Untuk serangan hama tikus di wilayah Kecamatan Kangae, mantan Camat Kangae ini mengatakan dirinya sudah meminta petugas lapangan untuk melakukan penyisiran di semua lahan tanaman jagung di wilayah itu dan segera memasukkan data agar segera dilakukan upaya pencegahan.
ADVERTISEMENT
Kontributor : Albert Aquinaldo
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020