News16 September 2020 22:57

15 Guru Komite SMKN 1 Wae Rii, Manggarai, Belum Diaktifkan Mengajar oleh Kepsek

Konten Redaksi Florespedia
15 Guru Komite SMKN 1 Wae Rii, Manggarai, Belum Diaktifkan Mengajar oleh Kepsek  (1010308)
Foto : Belasan Guru Komite SMKN 1Wae Rii yang tergabung dalam forum guru komite mendatangi Polres Manggarai.
RUTENG - Meskipun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah melakukan upaya pembinaan terhadap kepala sekolah, guru dan tenaga pendidik di SMKN 1 Wae Rii, Kabupaten Manggarai terkait permasalahan antara forum guru dan kepala sekolah tentang pemecatan 15 orang guru di sekolah ini, sampai saat ini pun nasib dari 15 orang guru tersebut belum jelas, apakah tetap mengajar atau tidak.
ADVERTISEMENT
Sekda NTT, Benediktus Polo Maung kepada media senin (14/9/2020) mengatakan bahwa kepada guru komite yang sudah diberhentikan, diaktifkan kembali untuk terus melakukan proses mengajar di SMKN 1 Wae Ri'i.
“Khusus guru komite yang sudah diberhentikan, diaktifkan kembali untuk terus melakukan proses mengajar di SMKN 1 Wae Rii,” kata Sekretaris Daerah NTT, Benediktus Polo Maing ketika membacakan tanggapan gubernur atas pandangan umum fraksi- fraksi DPRD NTT terhadap nota keuangan atas rancangan perubahan APBD 2020 di Kupang, Senin (14/9/2020).
Meskipun sekretaris daerah provinsi NTT telah mengeluarkan pernyataan tersebut, tetap tidak mempengaruhi nasib dari 15 orang guru tersebut, pasalnya sampai hari ini pun kepala sekolah belum mengeluarkan surat panggilan kepada guru-guru tersebut untuk kembali menjalankan KBM seperti biasa di sekolah tersebut.
ADVERTISEMENT
Kordinator forum guru komite SMK N 1 Wae Rii, Petrus Mbana menyampaikan terimakasih atas keterbukaan dan ketegasan dalam menangani kemelut SMK N 1 Wae Rii.
Penanganan pemerintah provinsi NTT sungguh luar biasa terutama terkait aktifkan kembali 15 guru yang dipecat dan menjunjung tinggi kepemimpinan yang bersih dan sehat dalam dunia pendidikan.
Akan tetapi lanjud Mbana kehadiran kadis P dan K provinsi NTT pada tanggal 4 september 2020 untuk menyikapi kemelut SMK N 1 Wae Rii, memberikan harapan bagi guru-guru komite yang dipecat oleh kepala sekolah.
Dimana guru-guru dan Kepsek diberikan pembinaan dan rekonsiliasi yang dilakukan bapak kepala dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi NTT hingga memberikan rasa adil bagi kami guru komite. Bahwa kepala sekolah diminta mengaktifkan kembali guru-guru yang sudah dipecat, dan guru-guru diminta untuk cabut kembali laporan polisi terkait dugaan penyelewengan dan komite SMK N 1 Wae Rii tahun pelajaran 2019/2020.
ADVERTISEMENT
Menindaklanjuti himbauan rekonsiliasi itu, mereka telah mengikuti serangkaian kegiatan seperti, berdiskusi dengan pengawas dan korwas Dikmen Kabupaten Manggarai yang diikuti oleh guru-guru PNS dan komite yang tergabung dalam forum guru komite pada tanggal 8 september 2020
Lebih lanjud kordinator forum guru menceritakan terkait tarik laporan polisi tentang dugaan penyelewengan dana komite tahun pelajaran 2019/2020.
Ia menjelaskan laporan secara resmi pada tanggal 31 agustus 2020, sebelumnya melakukan aksi solidaritas guru komite pada tanggal 13 juli 2020
"kami tidak melaporkan kepada pihak kepolisian terkait dugaan penyelewengan uang komite. Karena tidak ada etikat baik dari Kepsek dan bahkan memecat 15 guru komite, maka kami melaporkan dugaan penyelewengan Dana komite tersebut ke pihak kepolisian," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Pada bagian lain juga, Ia menjelaskan bahwa pada tanggal 8 september 2020 mereka melakukan negosiasi kepada pihak kepolisian untuk mendiskusi caput laporan tersebut, namun ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian menjelaskan bahwa cabut laporan tidak mempengarui proses hukum.
"Itu lah yang terjadi sampai saat ini, proses hukum terkait dugaan penyelewengan dana komite sudah mulai. Kepala sekolah dan bendahara sedang dalam proses memberikan keterangan di kepolisian," Jelasnya.
Lebih lanjud ia menjelaskan bahwa sampai saat ini pun mereka bingung, pasalnya kepalah sekolah belum mengaktifkan mereka untuk tetap menjadi tenaga pengajar di SMK N tersebut.
"Kami semua sudah binggung, sampai saat ini pun kami ini belum jelas, apakah masi menjadi tenaga pengajar di sekolah tersebut atau tidak, belum ada petunjuk dari kepsek sampai saat ini," Jelasnya kepada media ini
ADVERTISEMENT
Sementara itu Kepala Sekolah SMKN 1 Wae Ri'i, Yustin Romas pada selasa (15/9/20) di kediamannya merespon pernyataan tersebut bahwa dirinya tetap pada kesepakatan saat beraudiensi bersama kadis P dan K provinsi, guru-guru SMKN 1 Wae Ri'i bersama pengurus komite di sekolah tersebut.
" Waktu itu kan sudah ada kesepakatan saat audiensi di sekolah, bahwa boleh panggil kembali 15 guru tersebut asalkan segera cabut laporan di kepolisian, tapikan sampai pada saat ini mereka belum cabut laporan di kepolisian. Maka saya pun belum panggil kembali kepada 15 guru tersebut," jelas Yustin Romas.
Lebih lanjud Yustin Romas menjelaskan bahwa dirinya sampai saat ini sudah 2 kali menghadap kepolisian terkait laporan dari 15 guru tersebut
ADVERTISEMENT
" Sampai saat ini pak saya sudah 2 kali menghadap kantor polisi, klarifikasi terkait laporan dari 15 guru itu," tutup Yustin Romas.
Kontributor: Engkos Pahing.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white