kumparan
KONTEN PUBLISHER
3 Desember 2019 17:27

688 Orang Dengan Gangguan Jiwa ada di Sikka, 19 Masih Dipasung

WhatsApp Image 2019-12-03 at 17.00.12.jpeg
Lokakarya kesehatan jiwa "Menuju Sikka Bebas Pasung" pada Selasa (3/12/2019). Foto: Dok.Humas protokol Sikka.
MAUMERE - Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka bekerjasama dengan Fakultas Psikologi Universitas Atmajaya dan PDSKJI Psikiatri komunitas pada Selasa (3/12/2019) mengadakan Lokakarya kesehatan jiwa yang dilakukan selama 2 hari di Aula St. Camilian dengan tema " Menuju Sikka Bebas Pasung".
ADVERTISEMENT
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo dalam sambutan membuka kegiatan mengatakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Sikka dari data yang di rangkum sampai dengan November 2019 ada 688 orang.
Dari jumlah tersebut, 19 orang diantaranya masih dipasung dan ada 7 orang bebas pasung. Menurutnya, data ini pun belum terangkum semua sehingga perlu pendataan lagi.
Bupati Robi Idong menegaskan dari sejumlah ODGJ ini harus bebas pasung dan perlu penanganan khusus. Untuk itu, pihaknya akan akan turun langsung ke rumah warga
"Kami pastikan bahwa 2020 ODGJ Kabupaten Sikka bebas pasung," tegasnya.
Untuk merealisasikannya, Bupati Robi Idong menyampaikan bahwa akan bekerjasama dengan seluruh jajaran pemerintahan.
Psikolog dari Universitas Atma Jaya, Eunike Sri Tias Suci, PhD, mengatakan pemerintah dan masyarakat perlu bekerjasama untuk menolong mereka para ODGJ.
ADVERTISEMENT
" Dua kepala lebih baik di bandingkan satu kepala saja dalam menghadapi masalah kesehatan jiwa " ungkapnya.
Eunike Sri Tias Suci juga mengatakan dari 25 puskesmas yang ada di Kabupaten Sikka, akan mengirimkan 25 orang dokter dan 25 perawat untuk diberikan pelatihan tentang penanganan kesehatan jiwa.
"Jadi kalau ada masyarakat yang mengalami gangguan jiwa, tahu cara menanganinya," ungkapnya.
Sementara itu, Plt Kadis kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus, S.Si,Apt menyampaikan perincian dari jumlah seluruh 688 ODGJ kabupaten Sikka yang di rangkum dari 25 puskesmas anggka tertinggi ada di kecamatan Nita, 75 orang, dikuti Kecamatan Bola 49 orang, Kecamatan Lela 46 orang, Kecamatan Alok Timur 42 orang dan Kecamatan Nele 42.
ADVERTISEMENT
Kontributor: Tino Nomor
Editor: Mario WP Sina
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan