News
·
25 Januari 2021 21:43

APPK Akan Awasi Penyidikan Polisi Terkait Laporan Swab Palsu

Konten ini diproduksi oleh florespedia.com
APPK Akan Awasi Penyidikan Polisi Terkait Laporan Swab Palsu  (2388)
Ilustrasi virus corona. Foto: kumparan.com
Jakarta - Dalam rangka mendukung pemerintah dalam menegakkan disiplin penerapan protokol kesehatan dan agar penyebaran pandemi COVID-19 bisa berkurang, sejumlah Advokat di DKI Jakarta, setelah berdikusi, kemudian bersepakat untuk membentuk aliansi advokat bernama Aliansi Advokat Penegak Protokol Kesehatan (APPK).
ADVERTISEMENT
"Organisasi ini adalah aliansi para advokat untuk membantu pemerintah menegakkan aturan protokol kesehatan agar pandemi COVID-19, penyebarannya bisa berkurang," ungkap Juru Bicara APPK, E.M. Jagad Kausar, SH dalam siaran pers kepada media ini, Senin (25/1/2021) malam.
Dikatakan E.M. Jagad Kausar, SH, yang akan dilakukan APPK adalah mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan termasuk menerima laporan aduan dari masyarakat tentang adanya pelanggaran terhadap protokol kesehatan.
Lanjutnya, sejak organisasi ini didirikan, banyak laporan dan temuan yang pihaknya dapatkan sebagai pelanggaran dalam pelaksanaan protokol kesehatan.
Misalnya kerumunan - kerumunan, atau acara-acara diskusi atau acara-acara pernikahan yang sebetulnya berpotensi menyebabkan penyebaran COVID-19.
Dalam perjalanan, kemudian berkembangan hal baru yang justru mengejutkan APPK. Hal ini dikarenakan ternyata pelaksanaan protokol kesehatan dilanggar masyarakat kita dengan tindakan -tindakan kriminal seperti memalsukan dokumen rapid antigen.
ADVERTISEMENT
"Ternyata kami mendapat aduan ada orang yang sengaja memalsukan dokumen rapid untuk kepentingan pribadinya dan keluarganya. Dan bukan tanpa bukti, dokumen palsu tadi sudah kami telusuri sampai ke rumah sakit, sampai ke klinik, dan ternyata benar klinik dan rumah sakit itu tidak pernah mengeluarkan dokumen rapid atau swab itu," ungkapnya.
Oleh karena ini pelanggaran serius terhadap isu publik terutama karena pandemi COVID-19, APPK juga telah mengambil langkah dengan membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya terkait dugaan pemalsuan dokumen swab.
Menurut E.M. Jagad Kausar, dari beberapa laporan APPK, pihaknya sudah mencoba berkoordinasi dengan penyidik polisi dan upaya untuk pemeriksaan sedang berlangsung dan rasa-rasanya ini perlu disegerakan agar tidak terulang lagi.
ADVERTISEMENT
"Ada dokumen palsu yang beredar seolah orang diswab, dirapid, dan dia bebas dari COVID-19, tapi ternyata tidak. Itu berpotensi mengancam nyawa orang apalagi kalau dia menggunakan moda transportasi masal seperti kereta, pesawat dan lain sebagainya," ungkap
Ia mengakui, dari laporan yang dibuat APPK, sejauh ini sudah ada pemeriksaan.
Jika dalam koordinasi ini, laporan ini tidak ditindak lanjuti, maka APPK akan membeberkan kepada publik bahwa ada fakta dan laporan dengan bukti dan keterangan saksi tidak ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian.
"Sehingga kami berharap kepolisian, setelah menerima laporan kami, memproses dan kemudian menegakkan benar. Karena ini terutama soal hal mendasar tentang hidup orang. Banyak yang akan bermasalah kalau hal seperti ini dibiarkan," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
E.M. Jagad Kausar, SH menegaskan, APPK telah membuat laporan dan harapannya polisi bisa bekerja dengan baik, memeriksa dan menyidik serta memastikan bahwa benar terjadi pelanggaran terhadap protokol kesehatan COVID-19.
"Terhadap pelaku yang kami laporkan, itu kemudian dikenakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku dengan tanpa pandang bulu, baik dia pejabat, pemilik modal atau pun rakyat biasa. Prinsipnya ini isu publik yang berpotensi menular kepada orang kalau salah dalam penerapannya," tegasnya.