News
·
14 Juni 2021 9:57
·
waktu baca 3 menit

Bayi 1 Tahun Dicabuli Mahasiswa Kupang

Konten ini diproduksi oleh florespedia.com
Bayi 1 Tahun Dicabuli Mahasiswa Kupang (564291)
searchPerbesar
Tersangka pencabulan bayi 1 tahun di Kupang saat menjalani rekonstruksi kasus pada Jumat (11/6) di TKP. Foto : Humas Polres Kupang
KUPANG – Entah setan apa yang merasuki NDM (18), seorang mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi swasta di Kota Kupang, NTT yang tega mencabuli BRHH, seorang bayi perempuan yang baru berusia 1 tahun 3 bulan 15 hari.
ADVERTISEMENT
Peristiwa bejat itu terjadi pada Jumat 19 Februari 2021 sekitar pukul 19.00 wita di RT.011/RW.005, Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT.
Berdasarkan keterangan Kapolres Kupang, AKBP Aldinan RJH Manurung melalui Paur Humas Polres Kupang Aipda Randy Hidayat yang diterima media ini pada Senin (14/6) pagi, bahwa tersangka merupakan mahasiswa aktif di salah satu Perguruan Tinggi swasta di Kota Kupang yang tinggal di di rumah orang tua korban.
Kejadian tersebut berawal pada hari Jumat, 19 Februari 2021 sekitar pukul 19.00 wita, yang mana ibu korban sedang memasak di dapur dan tersangka menjaga korban sambil duduk memangku korban di atas bale - bale yang ada di depan teras rumah.
ADVERTISEMENT
Pada saat tersangka sedang menjaga dengan cara memangku korban, tersangka menonton video porno yang ada didalam handphonenya. Pada saat itulah, tersangka merasa birahi /nafsu sehingga tersangka menggendong dan membawa masuk korban kedalam kamar tidurnya.
Pada saat di kamar tidur, tersangka membaringkan korban di ujung tempat tidur, lalu tersangka menurunkan celana pendek yang ia kenakan sampai ke pahanya.
Tersangka kemudian merapatkan dan mengangkat kedua kaki korban keatas menggunakan kedua tangannya.
Pada saat kedua kaki korban sudah diangkat keatas, tersangka kemudian mengoles - oles ‘barangnya’ yang sudah dalam keadaan tegang di sela paha kiri dan kanan korban sambil menggoyangkan pinggulnya maju mundur secara berulang kali.
Karena tidak mendengar suara korban yang saat itu sedang bersama tersangka di depan rumah, ibu kandung korban yang sedang memasakn di dapur berjalan pergi kedepan rumah untuk mengecek korban dan tersangka namun ibu kandung korban tidak melihat korban dan tersangka di depan rumah.
ADVERTISEMENT
Lalu ibu kandung korban masuk kedalam kamarnya tersangka yang pada saat itu pintu kamarnya tersangka tidak di pasang daun pintu. Saat masuk kedalam kamar tersangka, ibu korban melihat tersangka sedang mencabuli korban yang masih berusia 1 tahun 3 bulan 15 hari.
Melihat kejadian itu, ibu kandung korban lalu berteriak dengan berkata "Adu N*** (red ; menyebut nama tersangka)" sambil berlari keluar dari dalam kamar tidur tersangka dan pergi ke kios saudara Mika Gabani yang biasa di panggil AMA dan memberitahukan kejadian tersebut.
Pada saat ibu kandung korban berlari keluar dari dalam kamar tidurnya, tersangka pun langsung menaikan kembali celana pendeknya, lalu menggendong korban dan berjalan menuju ke kios milik Mika Gabani yang berada di depan rumah ibu kandung korban.
ADVERTISEMENT
Sesampainya di kios Mika Gabani, tersangka duduk bertekuk lutut dan meminta maaf kepada ibu kandung korban dan Mika Gabani dengan berkata "Saya minta maaf karena saya lakukan di luar alam kesadarannya saya".
Setelah itu, warga sekitar mulai berdatangan dan bersama ibu kandung korban membawa tersangka ke Mapolsek Kupang Tengah.
Anggota piket Polsek Kupang Tengah yang saat itu sedang berjaga langsung menerima dan membuat laporan polisi.
Namun karena korban masih balita berusia 1 tahun 3 bulan 15 hari, sehingga ibu kandung korban sebagai pelapor dalam laporan polisi tersebut.
Kontributor : Albert Aquinaldo