kumparan
News11 Maret 2020 18:13

Dampak Corona, 45 Ribu Wisatawan Asing Batal Berkunjung ke Taman Nasional Komodo

Konten Redaksi Florespedia
WhatsApp Image 2020-03-11 at 16.05.26.jpeg
Dermaga di Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo tampak lengang karena minim kunjungan wisatawan. Foto: istimewa.
LABUAN BAJO - Sejak mencuatnya kasus virus corona (COVID-19) yang merambah ke berbagai negara sangat memukul dan menghantam dunia pariwisata di berbagai pelosok. Di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, mengalami kelesuan sangat parah. Misalnya, para sopir biro travel atau taksi bandara mengeluh ketiadaan penumpang angkutan penguna jasa wisata.
ADVERTISEMENT
Seorang sopir travel, Marsel Surdin, kepada wartawan Rabu (11/3/2020) mengatakan hampir pasti setiap landing pesawat di Bandara Komodo nyaris tidak ada orang asing atau wisatawan. Hal ini membuktikan sepi bahkan sopir taksi menganggur dan kebanyakan bermain gim di aplikasi ludo. 
COM-Pulau Padar di Kepulauan Komodo, Nusa Tenggara Timur
Pulau Padar di Kepulauan Komodo, Nusa Tenggara Timur. Keindahan kawasan Taman Nasional Komodo membuat Labuan Bajo semakin banyak dikuncungi wisatawan mancanegara. Foto: Luke Wait/Shutterstock
"Hampir pasti memang Bandara Komodo terasa sepi dari kunjungan, tak biasanya sebelum isu adanya virus corona," ungkap Marsel Surdin. 
Tak hanya itu, keluhan serupa juga di ungkapkan kapten kapal wisata Bahari Komodo, Acho Taming. Ia mengaku sejak dua bulan ini, wisatawan sangat sepi. Ratusan kapal angkutan wisata lego jangkar di seputaran laut Labuan Bajo sejak munculnya virus corona. 
"Dua bulan ini, hingga awal Maret 2020 ini, tamu wisatawan asing membatalkan kunjungan secara mendadak. Ya mungkin alasan virus corona, "ujar Acho Taming.
ADVERTISEMENT
Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTT, Agustinus Bataona, mengatakan diperkirakan sudah lebih dari empat puluh lima ribu orang turis (45 ribu) arus kunjungan untuk Januari, Februari, Maret, hingga Mei tahun 2020 ini telah membatalkan secara total untuk tidak masuk ke kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). 
Menurut Agus Bataona, padahal sebelumnya, wisatawan mancanegara itu telah membeli paket wisata satu tahun sebelumnya agar bisa masuk ke Taman Nasional Komodo.
"Dunia pariwisata sangat terpukul dengan merebaknya virus corona. Total pembatalan yang kita terima sebanyak 45 ribu orang turis batal. Belum termasuk biro travel lain, "bebernya. 
Berwisata ke Taman Nasional Komodo
Berwisata ke Taman Nasional Komodo Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Salah satu direktur jasa perjalanan wisata yang kerap menangani kapal cruise lintas negara di Labuan Bajo, Isba, mengaku dalam rentan untuk bulan Januari hingga Mei 2020 ini, ada 9 kapal berbendera asing telah mencabut rencana kunjungan ke Indonesia termasuk ke obyek wisata Pulau Komodo. 
ADVERTISEMENT
Dia mengungkapkan pembatalan ini berpengaruh besar pada usaha bisnis lainnya dari pariwisata di Labuan Bajo. Isba menuturkan satu kapal cruise paling minim memuat 1.200 orang wisatawan maksimalnya 2.500 orang.
"Bisa di pastikan di atas 45 ribu orang karena hitungan ini belum termasuk biro travel lain yang juga menangani turis asing," katanya. 
Berwisata ke Taman Nasional Komodo
Berwisata ke Taman Nasional Komodo Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Isba Berharap isu virus corona segera berakhir sehinga dunia pariwisata bisa kembali normal dan penargetan angka kunjungan sesuai dengan harapan pemerintah pusat. 
"Kalau virus corona di daerah ini sejauh ini belum ada. Berharap saja agar destinasi super prioritas Komodo terus ada kunjungannya," harap Isba. (FP-04).
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan