News
·
5 September 2019 10:25

Ganti Rugi Belum Dilunaskan, Warga Blokir Jalan ke Bendungan Napungete

Konten ini diproduksi oleh florespedia.com
Ganti Rugi Belum Dilunaskan, Warga Blokir Jalan ke Bendungan Napungete (477890)
Para pemilik lahan yang belum dibayarkan lunas uang ganti rugi lahan memblokir jalan masuk menuju Bendungan Napungete di Desa Ilinmedo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka sejak 1 September lalu. Sumber foto: Istimewa.
MAUMERE - Puluhan warga pemilik lahan daerah terdampak genangan lokasi pembangunan Bendungan Napungete melakukan aksi memblokir jalan masuk menuju ke Bendungan Napungete di Desa Ilinmedo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT sejak Minggu (1/9) hingga Kamis (4/9).
ADVERTISEMENT
Aksi blokir jalan oleh warga ini diketahui dilakukan sejak Minggu (1/9) lalu akibat perjanjian antara pemilik lahan dan pihak Balai Sungai II di Kupang terkait pembayaran uang ganti rugi warga yang terdampak genangan belum direalisasikan oleh Balai Sungai II Kupang.
Aksi yang dilakukan oleh puluhan warga hingga Kamis (5/9) siang ini masih berlangsung. Akibatnya ratusan armada pengangkut material tertahan dan tidak bisa memasuki lokasi Bendungan Napungete.
Ketua Forum Petani Napungete, Yohanes Sani kepada media mengungkapkan masyarakat pemilik lahan sekitar 40 orang meminta agar pemerintah segera membayar uang ganti rugi atas lahan mereka yang dipergunakan untuk membangun Bendungan Napungete.
Lanjutnya, warga kembali melakukan aksi pemblokiran jalan dikarenakan pemerintah belum membayarkan uang ganti rugi sesuai kesepakatan pada 30 Agustus lalu sehingga pada 1 September, para pemilik lahan sepakat untuk menutup jalan masuk menuju bendungan.
ADVERTISEMENT
" Kesepakatan antara para pemilik lahan dengan Balai Sungai untuk batas akhir pembayaran ganti rugi pada 30 Agustus. Karena belum bayar maka tanggal 1 September kami kembali tutup dan kami tidak akan buka sampai kami dibayar" tegas Yohanes Sani.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Sikka, Iptu Silvianus Hardi mewakili Kapolres Sikka menyampaikan bahwa, jika masyarakat melakukan penutupan maka proses pekerjaan akan terhenti.
"Saya minta masyarakat pemilik lahan membuka kembali pagar bambu yang telah dipasang oleh Forum Petani Pemilik Lahan. Tujuannya agar pekerjaan tetap berjalan dan pemerintah akan membayar ganti rugi bagi pemilik lahan,"ungkap Iptu Silvianus Hardi.
Sementara itu salah satu perusahan yang melakukan pekerjaan pembangunan Bendungan Napungete, PT. Bumi Indah melalui kepala perwakilan, Ridolf Djami Bili mengatakan sebagai rekanan yang mengerjakan pembangunan Bendungan Napungete, pihaknya merasa dirugikan. Aksi blokade jalan jika terus dibiarkan berhari - hari maka pekerjaan pembangunan bendungan menjadi terhambat.
ADVERTISEMENT
Menurut Ridolf Djami Bili, pihaknya merasa dirugikan karena armada pengangkutan material tidak bisa beroperasi atau diparkir. Oleh karena itu, dirinya mengharapkan pemerintah daerah maupun provinsi yang berwenang mengurusi pembebasan lahan untuk bisa segera menyelesaikan masalah yang terjadi.
"Alat berat dan armada mobil semuanya parkir. Kami harap Pemda Sikka maupun pihak provinsi yang mengurusi pembebasan lahan untuk secepatnya menyelesaikan ini.,"ungkap Ridolf Djami Bili. (FP-01).