News
·
18 April 2021 13:58

Gunung Ile Lewotolok Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.500 Meter

Konten ini diproduksi oleh florespedia.com
Gunung Ile Lewotolok Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.500 Meter (181485)
Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Sabtu (18/4). Sumber foto: Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ile Lewotolok/MAGMA.
LEMBATA - Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami erupsi, Minggu (18/4) hari ini.
ADVERTISEMENT
Dalam periode pengamatan pukul 11.00 WITA hari ini, tercatat erupsi dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.500 meter di atas puncak (± 2.923 m di atas permukaan laut).
Dilaporkan Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ile Lewotolok di Lembata, Stanislaus Ara Kian, A.Md, Minggu (18/4), kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah selatan dan barat daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 8 mm dan durasi ± 52 detik.
Lanjutnya, saat ini Gunung Ile Lewotolok berada pada Status Level III atau siaga.
Dikatakan Stanislaus Ara Kian, pihaknya merekkomendasikan masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung/ pendaki/ wisatawan, agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah Gunung Ile Lewotolok.
ADVERTISEMENT
"Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleawan panas dari bagian tenggara puncak/kawah Gunung Lewotolok," ugkapnya.
Ia juga menyampaikan, mengpotensi bahaya abu vulkanik yang mengakibatkan gangguapernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya maka masyarakat yang di sekitar Gunung Ile Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
Selain itu, mengingat abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling Gunung Ile Lewotolok, maka masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ile Lewotolok agar mewaspadai ancaman lahar terutama disaat musim hujan.
Pihaknya juga meminta seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Ile Lewotolok yang tidak jelas sumbernya.
ADVERTISEMENT