News
·
22 Juli 2021 21:19
·
waktu baca 2 menit

Ini Penjelasan Bupati Sikka Soal Bantuan untuk Sopir saat Pandemi COVID-19

Konten ini diproduksi oleh florespedia.com
Ini Penjelasan Bupati Sikka Soal Bantuan untuk Sopir saat Pandemi COVID-19 (39504)
searchPerbesar
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo
MAUMERE-Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau yang akrab disapa Robi Idong menyikapi pernyataan para sopir terkait bantuan yang dijanjikan untuk para sopir selama masa pandemi COVID-19.
ADVERTISEMENT
"Bantuan untuk para sopir berupa beras sudah saya realisasikan. Waktu itu difasilitasi oleh Yoris. Mereka datang ketemu di rumah lingkar luar dan saya sudah berikan bantuan berupa beras," jelas Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo ketika dikonfirmasi media ini, Kamis (22/7) siang.
Bupati Robi Idong mengatakan, selain diberikan bantuan beras. Para sopir juga mendapatkan beberapa jenis bantuan yang disalurkan oleh pemerintah.
"Ada yang terima bantuan BLT, BST dan PKH, jadi saya  rasa tidak ada masalah. Karena semua sudah dapat bantuan. Hingga saat ini bantuan sudah direalisasikan semua. Jika ada yang mau bertemu datang saja," ungkap Robi Idong.
sebelumnya diberitakan media ini pada Rabu (21/7) para sopir ini menagih janji bupati terkait bantuan di masa pandemi COVID-19.
ADVERTISEMENT
Pelaksanaan PPKM Mikro di Kabupaten Sikka berdampak terhadap jumlah penumpang angkutan umum yang turun drastis.
Khusus angkutan umum luar Provinsi dengan Rute Maumere-Larantuka kembali terpuruk penyekatan terus diperluas untuk membatasi mobilitas masyarakat.
Sekalipun bidang usaha tetap diizinkan beroperasi karena masih kategori esensial, namun PPKM tetap memberikan imbas terhadap produktivitas kerja dan omzet bisnis yang menurun drastis.
Dampak tersebut terasa lantaran semakin ketatnya syarat perjalanan diberlakukan berupa hasil rapid test antigen.
Menyikapi berbagai masalah diatas Darman mewakili pelaku jasa angkutan umum (sopir) mengingatkan kembali kepada Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo soal realisasi bantuan untuk para pelaku jasa angkutan umum.
"Kami ini bingung sejak awal pandemi COVID-19 bulan Maret kami semua sopir diminta untuk kumpul KTP dan Kartu Keluarga dan antar ke Bupati Sikka. Tapi sampai sekarang tidak dapat apa-apa. Saya juga sudah berulang kali ketemu bupati namun nihil," ungkap Darman kepada media ini Rabu (21/7) bertempat di parkiran di Kota Maumere.
ADVERTISEMENT
Dikatakannya, selain para sopir, ketua Organda Sikka Yos Karwayu juga sudah berulang kali menemui bupati Sikka namun nihil. Tidak ada realisasi sampai sekarang ini.
"Kalau memang tidak ada tidak usah minta kami kumpul KTP dan KK. Biar kami tidak terlalu berharap. Memang saat ini kami sangat kesulitan dalam hal keuangan karena dampak PPKM. Sebagai Pemerintah tolong perhatian dengan kami rakyat kecil," ujarnya.
Kontributor: Athy Meaq.