kumparan
KONTEN PUBLISHER
16 Agustus 2019 16:20

Jelang HUT RI, Warga Dua Desa di Satarmese, NTT Perbaiki Jalan Rusak

WhatsApp Image 2019-08-16 at 15.29.27.jpeg
Warga Desa Ngkaer dan Pongkor saat sedang memperbaiki jalan rusak pada Jumat (16/8). Foto oleh: Elvis,florespedia/kumparan.com
RUTENG - (HUT RI) ke 74 yang jatuh besok, Sabtu (18/08), warga Desa Ngkaer dan Desa Pongkor,kecamatan Satarmese,Kabupaten Manggarai memperbaiki jalan rusak di wilayah itu.
ADVERTISEMENT
Perbaikan jalan provinsi pada jalur Cumbi-Golo Cala ini dilakukan di Wae Wua yang juga perbatasan antara kedua desa tersebut. Tak hanya warga, beberapa anggota TNI juga terlibat dalam kegiatan ini.
Warga dari kedua desa memilih memperbaiki jalan di Wae Wua karena selama ini pengguna jalan yang melintas sering mengalami kecelakaan karena kondisi jalan yang rusak parah karena tak pernah diperhatikan.
Kecelakaan di tempat itu terkahir kali terjadi kemarin,Kamis (15/08). Menurut laporan warga, kemarin ditempat ini sebuah mobil box terperosok masuk ke jurang. Diduga kecelakaan ini disebabkan karena kerusakan jalan serta kondisi medan yang berat. Beruntung tidakada korban jiwa pada insiden ini, namun sopir serta penumpang dilaporkan mengalami cedera berat.
ADVERTISEMENT
"Kemarin disini ada mobil box yang masuk jurang, mungkin karena medan disini cukup berat dan badan jalan yang rusak parah. Memang tidak ada korban jiwa, tapi sopir dan penumpang luka parah",kata Benny Krisman, warga Desa Ngkaer,Jum'at (16/08).
WhatsApp Image 2019-08-16 at 15.30.06.jpeg
Warga desa saat sedang memperbaiki jalan rusak. Foto oleh: Elvis.florespedia/kumparan.com
Menurut Benny, kecelakaan pada jalur ini sudah sering terjadi dan kebanyakan pengendara roda dua. Kecelakaan dominan terjadi karena batu berserakan di badan jalan.
"Sebenarnya selama ini sudah banyak yang jatuh disini hanya sebagian besar pengendara motor karena banyak krikil dan batu berserakan di jalan,"ungkapnya.
Dia berharap, pemerintah segera buka mata dengan kondisi ini sebelum kecelakaan kembali terjadi di tempat itu.
"Kita harapkan Pemerintah segera buka mata dengan keadaan ini, kasihan kalau harus ada korban lagi,"harapnya.
ADVERTISEMENT
Jalur ini terakhir kali dibangun saat Christian Rotok masih menjabat sebagai Bupati Manggarai. Pada tahun 2017 lalu, Pemprov NTT menetapkan ini sebagai jalan provinsi yang dialihkan dari jalur Ruteng-Golo Cala.(FP-06).
WhatsApp Image 2019-08-16 at 20.48.06.jpeg
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan