Kasus DBD di Sikka Capai 48 Orang, Alok Timur Tertinggi

Konten Media Partner
15 Januari 2022 20:00
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kasus DBD di Sikka Capai 48 Orang, Alok Timur Tertinggi (75512)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi.
MAUMERE - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sikka kembali Mengalahkan peningkatan.
ADVERTISEMENT
Hingga Sabtu, 15 Januari 2022, jumlah kasus DBD di Kabupaten Sikka berjumlah 48 kasus dan 1 orang meninggal dunia.
Sebaran kasus DBD ini masih didominasi oleh 3 kecamatan di wilayah perkotaan dengan perolehan urutan pertama yaitu Kecamatan Alok Timur sebanyak 11 orang, disusul oleh Kecamatan Alok sebanyak 9 orang dan Kecamatan Alok Barat sebanyak 6 orang.
Selain 3 kecamatan di perkotaan yang menyumbang kasus terbanyak, kasus DBD juga menyebar ke beberapa kecamatan diantaranya yaitu Kecamatan Kangae 4 orang, Waigete 4 orang, Mego 3 orang, Nele 1 orang, Waiblama 1 orang, Hewokloang 1 orang, Koting 1 orang, Talibura 4 orang, Mapitara 1 orang, dan Kewapante 2 orang.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Mutu dan Sistem Informasi Manajemen (SIM), RS TC. Hillers Maumere, Kosmas Wera, mengatakan, total kasus yang terkonfirmasi sejak awal tahun 2022 hingga saat ini yaitu sebanyak 48, dan sementara dirawat di RS TC. Hillers Maumere sebanyak 10 orang dengan rincian 6 orang pasien baru dan 4 orang pasien lama.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sebelumnya pada Kamis (13/1/2022), Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka telah mengeluarkan pengumuman kepada masyarakat Kabupaten Sikka tentang kewaspadaan dini terhadap penyakit demam berdarah dangue.
Kepada masyarakat, Dinas Kesehatan meminta untuk melaksanakan gerakan 4 M plus di rumah masing-masing yaitu menutup rapat tempat- tempat penampungan air yang ada di dalam maupun di luar rumah, menguras tempat-tempat penampungan air seminggu sekali.
Kemudian, mengubur/mendaur ulang kaleng, botol bekas yang dapat menampung air, dan memantau dan membersihkan jentik nyamuk di dalam lingkungan sekitar rumah, plus penggunaan obat nyamuk, pemakaian kelambu dan pemberian abate pada tempat penampungan air yang sulit dikuras.
Masyarakat juga diminta untuk perlu memperhatikan penggunaan air minum kemasan gelas dan botol yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk DBD secara teratur dan mengganti/membuang air tampungan.
ADVERTISEMENT
Kontributor : Albert Aquinaldo
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020