News
·
5 Mei 2021 17:47

Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Sikka Meningkat

Konten ini diproduksi oleh florespedia.com
Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Sikka Meningkat (262363)
Salah satu anggota Forum Anak Sikka (FAS) sedang mempresentasikan hasil penelitian kasus kekerasan seksual terhadap anak di ruang kerja Bupati Sikka. Foto : Istimewa
MAUMERE - Berdasarkan hasil penelitian pihak WVI dan Forum Anak Sikka (FAS) di 9 paroki di wilayah Keuskupan Maumere, Kabupaten Sikka, jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sikka mengalami peningkatan.
ADVERTISEMENT
Dari 9 paroki dengan total 169 responden yang disurvei, ternyata kurang lebih 48% responden menjawab bahwa mereka pernah menjadi korban kekerasan seksual.
Yang paling menonjol dari tindakan kekerasan seksual tersebut yakni kekerasan melalui media massa.
Berdasarkan penjelasan RD. Yanuarius Hilarius Role, Manajer Proyek Kerjasama Keuskupan Maumere-WVI Area Program Sikka, bahwa ketika terjadinya kekerasan seksual, anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual tersebut tidak menceritakan hal tersebut dengan orangtuanya tetapi lebih memilih bercerita kepada teman di media sosial karena menurut mereka adalah yang paling nyaman.
"Miris, karena rumah sudah tidak menjadi tempat yang nyaman. Dan ini menjadi tanggungjawab bersama, bagaimana kita kembalikan rumah menjadi surga buat anak," kata RD. Yanuarius Hilarius Role.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Fransiska, salah satu perwakilan Forum Anak Sikka (FAS) mengatakan bahwa tim mereka melakukan survei di 9 Paroki di wilayah Keuskupan Maumere, Kabupaten Sikka.
Sebelum melakukan penelitian, mereka menggali isu kemudian diteliti. Dua isu yang diperoleh yakni tentang pekerja anak dan pelecehan seksual terhadap anak.
Namun, mereka kemudian memutuskan untuk fokus pada kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Sikka. Pertimbangannya yakni banyak kasus kekerasan terhadap anak terjadi, misalnya get cooling/siulan, gambar atau foto porno di medsos, dan persetubuhan dengan pacar.
Herningtias Ekaristi, Koordinator WVI mengatakan bahwa pihaknya sengaja mengajak anak-anak guna melakukan penelitian agar anak-anak peka terhadap isu yang berkaitan dengan dirinya.
Metode yang dipakai yakni menggunakan kuesioner, dan hasilnya dianalisis kemudian diserahkan kepada para pihak pemangku kepentingan yakni Bupati Sikka, Uskup Maumere dan rencananya akan dilakukan audiens dengan DPRD Sikka minggu depan.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Constantia Tupa Arankoja, S. Sos, Kepala Dinas P2TP2A Kabupaten Sikka menyampaikan apresiasi dan penghargaan terhadap Forum Anak Sikka (FAS) dibawah dampingan WVI dan Puspas Keuskupan Maumere yang melakukan penelitian tersebut.
Guna meminimalisir kasus kekerasan seksual terhadap anak, Arankoja mengatakan bahwa akan menggabungkan, Forum Anak Sikka (FAS) dalam Forum Genre (Generasi Berencana).
Program Strategis Genre yakni melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, juga kegiatan Tribina yakni Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, dan Bina Keluarga Lansia.
Kontributor : Albert Aquinaldo.