News
·
22 Juli 2021 21:42
·
waktu baca 3 menit

Masyarakat Lembata Apresiasi Izin Operasi Kapal Tanker PT Hikam

Konten ini diproduksi oleh florespedia.com
Masyarakat Lembata Apresiasi Izin Operasi Kapal Tanker PT Hikam (40475)
searchPerbesar
Antrian panjang kendaraan untuk pengisian BBM di APMS PT Hikam.
LEWOLEBA - Masyarakat kabupaten Lembata mengapresiasi kebijakan Plt Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday terkait izin operasi kapal mini tanker SPOB Sembilan Pilar milik PT Hikam.
ADVERTISEMENT
Masyarakat berharap kapal yang didatangkan dari Surabaya dengan tujuan mengangkut BBM dari Larantuka itu mampu melayani pasokan BBM namun nyatanya tidak beroperasi selama setahun.
Alasan kapal tanker Sembilan Pilar milik PT Hikam itu tidak beroperasi karena almarhum Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur selama memimpin tidak memberikan izin operasi.
Akibatnya, daerah Lembata selalu mengalami kelangkaan BBM termasuk juga menimbulkan antrian panjang kendaraan hanya untuk mengantri BBM di APMS PT Hikam di Lamahora.
"Sudah satu tahun lebih ini BBM langka, daerah lain normal. Lihat saja Adonara, pulau sendiri tapi BBM lancar, masyarakat tidak susah antri sampai sore, macam kita disini" kata Ahmad, salah satu warga kecamatan Nagawutung kepada wartawan, Kamis (22/7).
Dia berharap, kebijakan tentang memberi ijin operasi kapal tanker pengangkut BBM itu bisa menjawab pasokan BBM untuk APMS PT Hikam termasuk salah satunya bisa mengurai antrian panjang kendaraan saat pengisian BBM.
ADVERTISEMENT
"Supaya kita antri juga aman, lancar dan tidak harus sampai sore. Ini kita dukung, dan harapkan Pa Thomas bisa lihat dan benahi," lanjut Ketua BPD Babokerong ini.
Hal yang sama disebutkan Gregorius Nimanuho, Koordinator Wilayah (Korwil) Yayasan Kroman Malaka.
Menurutnya, langkah Pemda Lembata memberi izin operasi kapal tanker itu adalah tepat.
"Kapal itu sudah ada dari tahun lalu, dibiarkan berlabuh di tengah laut tanpa ada manfaat untuk angkut BBM, makanya kita selalu rasakan betapa susahnya BBM ini langka disini," papar Gregorius Nimanuho  di Lewoleba, Kamis (22/7).
"Semoga 10 bulan ini Pa Thomas bisa manfaatkan urus daerah, salah satunya BBM supaya tidak antri lagi dan stoknya selalu tersedia, kalau tidak nanti berulang tahun terus seperti dulu," harap Gregorius Nimanuho yang adalah seorang guru ini.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Ketua DPRD Lembata, Petrus Gero meminta Pemda Lembata perlu mengkaji hal aturan sehingga tidak menabrak regulasi.
"Yang penting bisa penuhi syarat yang sudah ditetapkan baik itu pemerintah sendiri maupun oleh pihak ketiga. Itu saja yang perlu dikaji," terang Piter Gero, Kamis (22/7).
Kendati demikian, Piter Gero juga menyoroti pihak PT Hikam yang berperan sebagai transportir.
Baginya, jika ijin operasi diberikan oleh Pemda maka kuota BBM yang disediakan harus bisa penuhi kebutuhan pengguna.
"Tugas utama mereka (PT Hikam.red) adalah menyiapkan kuota yang bisa mencukupi kebutuhan kita jangan sampai nanti Pemerintah yang salakan. Itu prinsipnya," tegas Piter Gero.
"Dan semoga dengan itu antrian panjang kendaraan yang terjadi selama ini tidak ada lagi di sepanjang jalan umum," harap Piter Gero.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Plt Bupati Lembata Thomas Ola Langoday pada Rabu 21 Juli 2021 kemarin berjanji memberi izin operasi kapal mini tanker SPOB Sembilan Pilar yang didatangkan PT Hikam.
Pasalnya, selama kurang lebih satu tahun, kapal tersebut tidak beroperasi lantaran tidak mendapat ijin resmi dari Bupati Lembata, Almarhum Eliaser Yentji Sunur.
"Harapan kita dengan beroperasinya kapal dapat menjamin suplai BBM sehingga kebutuhan bisa memadai dan berkelanjutan," ujar Plt Bupati, Thomas Ola kepada wartawan, Rabu (21/7) kemarin.