News17 September 2020 19:13

Tak Kenakan Masker, Warga Sikka Dihukum Pungut Sampah Hingga Denda Berupa Uang

Konten Redaksi Florespedia
Tak Kenakan Masker, Warga Sikka Dihukum Pungut Sampah Hingga Denda Berupa Uang (670735)
Salah satu warga Kabupaten Sikka yang dihukum push up karena tidak mengenakan masker. Foto : Istimewa.
MAUMERE - Pemerintah Kabupaten Sikka bersama TNI-POLRI terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat Kabupaten Sikka agar tetap mematuhi protokol kesehatan.
ADVERTISEMENT
Hal itu dilakukan sekaligus untuk mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sikka tentang penerapan protokeler kesehatan kepada masyarakat.
Untuk itu, anggotaPolres Sikka bersama Satuan Pol PP dan Damkar Kabupaten Sikka melakukan giat Pengamanan dan Sosialisasi dalam rangka penerapan disiplin, dan penegakan hukum protokoler Kesehatan pada Kamis (17/9/2020) bertempat di beberapa titik di Kota Maumere.
Pada kegiatan itu, beberapa warga masyarakat serta pelajar yang melintas di jalan area pertokoan yang tidak mengenakan masker dikenakan hukuman berupa hukuman memungut sampah hingga push up. Mereka kemudian diberikan masker oleh petugas.
Sementara itu, Sekretaris Pol PP dan Damkar Kabupaten Sikka, Alfons Naga kepada wartawan menjelaskan bahwa rencana Pemerintah Kabupaten Sikka menerapkan pemberlakuan denda berupa pembayaran uang hingga saat ini belum diberlakukan.
ADVERTISEMENT
"Kalau denda itu paling rendah Rp. 50.000 sampai dengan Rp. 250.000 tergantung dari kriteria, ada perorangan, ada pertokoan, ada perusahaan. Tapi sampai dengan saat ini kita belum berlakukan itu, kita baru pada tahap sosialisasi dan edukasi," ujar Alfons.
Dikatakan, kegiatan sosialisasi dan edukasi tersebut memasuki hari ketiga dan akan terus digalakkan hingga ada pemberitahuan resmi dari Gugus Tugas COVID-19 Pusat bahwa kondisi COVID-19 telah benar-benar aman.
Tak Kenakan Masker, Warga Sikka Dihukum Pungut Sampah Hingga Denda Berupa Uang (670736)
Warga Kabupaten Sikka yang dihukum pungut sampah karena tidak mengenakan masker. Foto : Istimewa.
"Untuk sementara ini kita rencanakan dalam waktu satu bulan. Besok kita akan ke Pasar Wairkoja. Selama tiga hari ini kita fokus di kota, mulai besok kita akan menyebar keluar, ke tempat yang ramai. Setelah itu kita akan lakukan evaluasi," tutur Alfons.
Disebutkan, kesadaran masyarakat di Kota Maumere dalam hal mematuhi protokeler kesehatan semakin hari semakin membaik.
ADVERTISEMENT
"Buktinya selama 3 hari ini semakin membaik, yang betul-betul belum sadar itu di pasar," ungkapnya.
Kontributor : Albert Aquinaldo
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white