News
·
17 April 2021 11:01

Termakan Hoaks Tsunami, 2 Orang Meninggal, 1 Orang Dilarikan ke RSUD Lewoleba

Konten ini diproduksi oleh florespedia.com
Termakan Hoaks Tsunami, 2 Orang Meninggal, 1 Orang Dilarikan ke RSUD Lewoleba  (609052)
searchPerbesar
Warga Kota Lewoleba lari berhamburan ke luar rumah akibat adanya hoaks akan terjadi tsunami, Jumat (16/4) malam. Foto: Tedi Lagamaking.
LEWOLEBA - Terjebak informasi hoaks akan ada tsunami membuat ratusan warga kota Lewoleba termasuk warga pengungsi lari berhamburan keluar rumah.
ADVERTISEMENT
Mereka lari dan berusaha mencapai beberapa daerah dataran tinggi di kota itu. Mereka ingin berlindung.
Namun tidak bisa dielakan bahwa sebagian besar dari penduduk semalam terjebak panik dan membuat mereka hilang konsentrasi.
Akibat itu, dua orang meninggal dunia dan satu orang ibu hamil asal desa Waimatan terpaksa dilarikan ke rumah sakit.
Lisa Deram Akamaking (82), lansia dan juga warga desa Lamagute harus meninggal dunia. Dia tertabrak sepeda motor sewaktu hendak menyeberang ke pinggir jalan.
Akibat itu, nenek Lisa mengalami patah tulang di bagian kaki kanan serta beberapa luka di badan.
Termakan Hoaks Tsunami, 2 Orang Meninggal, 1 Orang Dilarikan ke RSUD Lewoleba  (609053)
searchPerbesar
Seorang ibu hamil asal Desa Waimatan dilarikan ke rumah sakit saat warga lari berhamburan ke luar rumah karena termakan informasi hoaks akan terjadi tsunami, Jumat (16/4) malam. Foto: Tedi Lagamaking,
Lansia itu juga sempat dibawa ke rumah sakit namun meninggal.
"Sekitar jam 01.00 lewat. Karena panik mereka sekeluarga lari, termasuk nenek Lisa. Dia ditabrak motor saat menyeberang", kata Wilfridus Usfinit yang juga warga Desa Lamagute, ketika ditemui wartawan di IGD RSUD Lewoleba, Sabtu (17/4).
ADVERTISEMENT
Sesaat setelah kejadian, Nenek Lisa sempat dibawa ke rumah sakit untuk dirawat, namun nyawa lansia 82 tahun itu tidak bisa tertolong dan harus meninggal pada pukul 06.00 WITA.
Kemudian, Kristina Lelu (61), warga kelurahan Lewoleba Selatan, yang jatuh dan mengalami shock saat hendak mengamankan diri di ketinggian.
“Saat isu merebak, saya ke rumah untuk lihat mama dan bapak, tapi saat itu rumah kosong sehingga saya mencari di jalan sebelah rumah, saya lihat mama sudah terjatuh” ujar Agus Eleanor, anak kandung korban ketika ditemui di rumah duka, Lewoleba Selatan, Sabtu (17/04) pagi.
Sementara itu, Ayu Wandira (22), ibu hamil asal Desa Waimatan juga harus dibopong suaminya ke rumah sakit. Dia juga ditabrak motor.
ADVERTISEMENT
Atas itu, ibu hamil dua bulan itu dirawat sementara di IGD RSUD Lewoleba. Ayu Wandira tidak mengalami luka berat, dia hanya syok terhadap kejadian tiba-tiba itu.
"Dia bersama suami juga sama, tinggal di kompleks Wangatoa. Saat kejadian mereka mau menyeberang ke jalan tapi kena serempet dan jatuh", sebut Lexi, keluarga Ayu Wandira ketika ditemui wartawan di RSUD Lewoleba, Sabtu (17/4).
Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapobali mengatakan dirinya menyayangkan adanya berita bohong itu.
Menurut dia, informasi seperti itu adalah hoaks dan sudah merugikan banyak orang termasuk masyarakat dan pemerintah daerah.
Dia berharap masyarakat tetap waspada dan tidak cepat percaya dengan informasi yang diberikan oleh orang atau pihak yang tidak benar sumbernya.
ADVERTISEMENT
"Saya langsung update berita lewat petugas BMKG di Kupang namun tidak berita itu adalah hoaks. Orang yang tidak bertanggung jawab menyebar berita bohong itu", tegas Paskalis Tapobali, Sabtu (17/4) pagi.