News
·
22 November 2020 18:02

Tersangka Kayu Ilegal Asal Maluku, Diserahkan Penyidik KLHK ke Polres Sikka

Konten ini diproduksi oleh florespedia.com
Tersangka Kayu Ilegal Asal Maluku, Diserahkan Penyidik KLHK ke Polres Sikka (148747)
Tersangka kayu ilegal, JT saat diserahkan penyidik KLHK kepada pihak Polres Sikka. Foto: istimewa.
MAUMERE- Penyidik Satuan Polisi kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Komodo Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) wilayah Jabalnusra, pada Rabu (18/11/2020) telah menahan tersangka perdagangan kayu illegal asal Seram Provinsi Maluku, JT (45 th) Direktur CV. Astria Arifa.
ADVERTISEMENT
Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra, Muhamad Nur kepada media ini Minggu (22/11/2020 ) mengatakan penahanan tersangka JT dilakukan setelah dilakukan rangkaian kegiatan mulai dari penyelidikan sampai tahap gelar perkara di Denpasar Bali pada 3 Oktober 2020.
Lanjutnya, keputusan gelar perkara menetapkan pelaku JT sebagai tersangka dengan barang bukti berupa kayu dengan volume 175,3380 meter kubik dan 1 unit kapal motor KM Mala Walie 09, 4.
Selain itu, ada pula barang bukti lainya berupa dokumen SKSHHK, 5 lembar foto kopi surat-surat kapal layar motor Mala Walie-09, dan 3 lembar foto kopi surat persetujuan berlayar di lokasi Pelabuhan Wuring Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT dan gudang UD. Indah di Jalan Bengkunis Dermaga Wuring, Kelurahan Walomarang, Kabupaten Sikka.
Tersangka Kayu Ilegal Asal Maluku, Diserahkan Penyidik KLHK ke Polres Sikka (148748)
Barang bukti kayu yang disita penyidik KLHK dan dititipkan di Kantor BKSDA Kabupaten Sikka. Foto: istimewa.
Lanjutnya, pada tahap proses penyidikan tim penyidik KLHK melakukan kegiatan penyidikan di Ambon dan Seram pada tanggal 10 sampai 18 November 2020, dan dilakukan pemeriksaan, penangkapan dan penahanan tersangka.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya penyidik membawa tersangka dari Ambon ke Maumere setelah transit semalam di Makassar untuk dilakukan penahanan di Polres Sikka.
"Penahanan tersangka dilakukan agar yang bersangkutan tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan tidak mengulangi perbuatannya," ungkapnya.
Penyidik KLHK menjerat tersangka dengan pasal 14 huruf "a" dan atau "b" jo pasal 88 ayat 1 huruf "b" dan atau pasal 16 jo pasal 88 ayat (1) huruf "a" UU RI No.18 tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun serta denda paling sedikit Rp. 500.000,- dan paling banyak Rp. 2.500.000.000.
ADVERTISEMENT
Penyidik KLHK telah menetapkan tersangka perdagangan kayu illegal asal Seram Provinsi Maluku, JT, dan saat ini tersangka telah diserahkan ke Polres Sikka. #publisherstory