Pencarian populer

Hama Kutu Loncat dan Belalang Resahkan Petani Sawah di Manggarai

Petani sawah di Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai.Foto oleh : florespedia/kumparan.com

Petani sawah di Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT mengaku resah lantaran serangan hama jenis kutu loncat menyerang persawahan mereka.

Hama jenis ini, menyerang puluhan hektar sawah milik petani di Narang, Desa Cambir Leca sejak sebulan terakhir dan berdampak pada menurunnya hasil panen mereka.

Adapun hama ini menurut warga, menyerang padi yang sedang berbunga dan padi yang memasuki usia panen. Akibatnya, banyak petani yang memilih panen lebih awal dari waktunya karena jumlah hama yang semakin tak terkendali.

"Kami terpaksa panen lebih awal, resikonya hasil panen menurun, dulu biasanya kami panen 25 karung padi, selama ada kutu loncat hasil panen menjadi 12 karung",kata Vivi Barung, warga Kampung Narang, Minggu(07/04).

Menurut Vivi, selama ini mereka mengantisipasi serangan kutu loncat dengan berbagai cara, salah satunya dengan menggunakan bawang putih yang sudah di hancurkan lalu disemprot pada padi yang diserang.

"Selama ini kami hanya gunakan bawang putih karena terbukti membunuh kutu loncat. Sebagian besar hama ini menyerang batang padi sehingga padi menjadi layu dan rusak",tuturnya.

Dia berharap, musibah yang menimpa sebagian besar petani sawah ini segera diatasi sehingga produktivitas padi mereka kembali normal.

Belalang Serang Sawah di Satarmese

Tak hanya Kutu Loncat, musibah akibat serangan hama juga menimpa petani di Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai. Pada wilayah yang paling banyak menyerang adalah hama jenis belalang.

Hama jenis ini menyerang sawah yang baru selesai proses menanam. Dampaknya, padi yang telah tanam menjadi mati karena dimakan belalang pada bagian daun.

Alfons Unggut, Petani di Kampung Iteng, Kecamatan Satarmese mengaku kewalahan mengatasi hama belalang yang menyerang padi miliknya.

Menurut dia, sejauh ini dirinya telah melakukan berbagai upaya namun belalang selalu datang setiap habis musim tanam.

" Sudah banyak upaya kita cegah, tapi sama saja setiap tahun selalu ada belalang menyerang padi milik kami disini",ungkap Alfons.

Dia berharap, musibah yang mereka alami mendapat perhatian semua pihak termasuk pemerintah. Sejauh ini, kata dia belum ada perhatian khusus dari pemerintah untuk mengatasi hama yang menyerang padi mereka.

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Minggu,19/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya18:59
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.20