• 2

Profil Tupolev-154, Pesawat Rusia yang Jatuh di Laut Hitam

Profil Tupolev-154, Pesawat Rusia yang Jatuh di Laut Hitam



Tupolev-154

Pesawat Tu-154 dengan nomor registrasi RA-85572 di bandara militer Chkalovsky. (Foto: Dmitry Petrochenko/AP Photo)
Tupolev atau Tu-154 milik Kementerian Pertahanan Rusia yang jatuh di Laut Hitam adalah pesawat penumpang jarak menengah. Nama Rusianya, Tyполев Ту-154, sementara NATO menyebutnya dalam nama Careless. Pengembangan pesawat Tupolev sendiri dilakukan sejak tahun 1963.
Nama Tu untuk pesawat ini diambil dari nama Tupolev, sebuah perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan Rusia, yang berkantor pusat di Distrik Basmanny, Okrug, Kota Moskow. Nama itu sekaligus juga sebagai bentuk penghargaan kepada Andrei Nikolayevich Tupolev, sosok desainer perintis pesawat-pesawat Uni Soviet, sebutan untuk Rusia dahulu.

Andrei Tupolev

Andrei Tupolev, perancang pesawat Uni Soviet. (Foto: Wikimedia)

Penerbangan pertama dilakukan pada tanggal 3 Oktober 1968 oleh pilot bernama U.V. Suhov. Sementara itu, penerbangan reguler pertama tercatat dilakukan pada 9 Februari 1972.
Setelah produksi yang pertama pada dekade 70-an, serial kelanjutan dari pesawat Tupolev lain mulai dikembangkan, terutama untuk jenis Tu-154A. Pada akhir tahun 1975, Tu-154B dimodifikasi dengan berat lepas landas maksimum 98 ton.
Pesawat Tupolev merupakan salah satu pesawat sipil dengan kecepatan 975 km/jam (606 mph) serta memiliki daya jangkau 5.280 kilometer. Pesawat ini dapat dipergunakan di wilayah ekstrem, seperti di kawasan Artika. Awalnya Tupolev dirancang untuk dapat terbang dengan 45.000 jam layanan, namun sebenarnya dapat terbang hingga 80.000 jam layanan, dengan upgrade.
Pesawat ini diharapkan terus melayani hingga tahun 2016, sebelum dilakukan pengembangan lebih jauh.


Tupolev 154

Pesawat Tupolev 154M tengah diproduksi di Samara. (Foto: Fyodor Borisov via Wikimedia)

Beberapa variasi dan pengembangan pesawat dari tipe Tupolev ini adalah: Tu-154, Tu-154A, Tu-154B dan Tu-154M. Pesawat Tu-154M merupakan pesawat yang paling diminati oleh pangsa pasar di luar wilayah Rusia. Ada sekitar 50 pesawat Tupolev yang masih tersisa di seluruh dunia.
Sejak tahun 1968 tercatat 39 insiden fatal melibatkan Tu-154. Sebagian besar disebabkan oleh faktor yang tidak terkait dengan pesawat.
Satu insiden fatal yang banyak dipublikasikan terjadi pada tahun 2010, di Smolensk, Rusia. Pada waktu itu, Tu-154M dari Angkatan Udara Polandia, membawa rombongan Presiden Polandia Lech Kaczynski, jatuh saat cuaca berkabut, menewaskan 96 orang.

Tupolev 154

Anggota Kementerian Darurat Rusia di dekat lokasi kecelakaan pesawat Tu-154. (Foto: REUTERS/Yevgeny Reutov)

Pesawat yang jatuh di dekat Sochi pada 25 Desember 2016 adalah Tu-154B-2 dengan nomor registrasi RA-85572.
Kantor berita AP menyebut,  belakangan ini maskapai Rusia telah mengganti pesawat tipe Tu-154 dengan tipe yang lebih modern. Namun militer dan sejumlah badan pemerintah di Rusia masih tetap menggunakannya sebagai pesawat angkut.


Breaking NewsNewsRusiaPesawat Rusia Hilang

500

Baca Lainnya