kumplus- Opini Ganda Febri

Membayangkan Sekolah Tanpa Pola Disiplin yang Penuh Paksaan dan Kekerasan

Saat ini menulis untuk media massa dan jurnal ilmiah. Mengajar pedagogi dan sejarah di Fakultas Ilmu Sosial UNNES.
1 Agustus 2022 15:36
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Beberapa waktu lalu media sosial cukup ramai membahas kritikan Rafi Azzamy, seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Malang, tentang budaya kedisiplinan di sekolah. Ada tiga kritik yang disampaikan dalam esainya yang berjudul Sekolah dan Ilusi Kedisiplinan. Pertama, orientasi dalam menciptakan sikap patut dan patuh; kedua, labeling; dan ketiga, kekerasan verbal dan psikis. Ketiganya dinilai telah dilegitimasi melalui relasi kuasa yang problematik di sekolah.
Saya memahami betul dilematika yang dihadapi oleh Rafi. Ia berusaha menunjukkan kepada masyarakat tentang budaya sekolah kita yang belum banyak memberikan ruang berekspresi yang luas bagi siswa dalam mengembangkan diri.
Saya menyetujui sebagian argumen yang dikemukakan, misalnya saja tentang orientasi sekolah dalam memaksa dan memberikan hukuman pada pelanggar. Yang saya alami sepuluh tahun yang lalu, hukuman itu lazimnya diberikan melalui cara-cara yang bersifat fisik seperti push up atau lari keliling lapangan. Ini ternyata belum banyak berubah sampai sekarang.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Dalam membangun budaya kedisiplinan yang baik, sekolah perlu mendefinisikan ulang makna kedisiplinan, mengatur kembali strategi disiplin, dan fokus pada langkah-langkah persuasif. Baca tulisan Ganda Febri Kurniawan pada daftar konten.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten