Mom
·
14 September 2021 12:19
·
waktu baca 3 menit

5 Mitos Kehamilan yang Justru Menjerumuskan

Konten ini diproduksi oleh Generasi Milenial
5 Mitos Kehamilan yang Justru Menjerumuskan (66872)
searchPerbesar
Gambar oleh Pexels dari Pixabay
Ibu hamil pasti pernah dibayangi kecemasan karena mendengar perkataan negatif dari orang-orang. Tidak sedikit dari mereka yang menakut-nakuti agar ibu hamil tidak melakukan sesuatu. Padahal, hal tersebut belum tentu dapat dibuktikan kebenarannya.
ADVERTISEMENT
Daripada stres memikirkan perkataan mereka, lebih baik cek dulu lima mitos kehamilan yang beredar di masyarakat berikut ini untuk mengetahui kebenarannya.

Ibu Hamil harus Makan Dua Kali Lebih Banyak

5 Mitos Kehamilan yang Justru Menjerumuskan (66873)
searchPerbesar
Gambar oleh Amina Filkins dari Pexels
Umumnya, orang awam beranggapan bahwa ibu hamil harus makan dua kali lebih banyak. Hal ini karena sang ibu makan untuk dua orang, yaitu untuk dirinya sendiri dan janinnya. Padahal, anggapan tersebut kurang tepat.
Bukan jumlah porsinya yang harus diperhatikan, melainkan asupan gizinya. Tidak boleh kelebihan, apalagi kurang. Pastikan ibu hamil mendapatkan gizi yang cukup dari empat sehat lima sempurna, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan zat gizi lainnya.

Tidak Boleh Membunuh Hewan agar Bayi Tidak Cacat

5 Mitos Kehamilan yang Justru Menjerumuskan (66874)
searchPerbesar
Gambar oleh Cindy Parks dari Pixabay
Saat ibu sedang hamil, baik si ibu maupun suaminya dilarang membunuh hewan. Hal ini dipercaya agar janin yang dikandungnya tidak lahir cacat. Padahal, hal tersebut tidak ada hubungannya sama sekali.
ADVERTISEMENT
Faktanya, kecacatan pada bayi difaktori oleh hal lain. Misalnya karena faktor genetik, kekurangan gizi, atau penyakit yang diderita oleh ibu hamil.
Secara etis, membunuh hewan memang tidak diperbolehkan jika tanpa alasan tertentu. Namun, hal itu tidak ada hubungannya dengan kecacatan bayi.

Kacang Bisa Sebabkan Bayi Alergi

5 Mitos Kehamilan yang Justru Menjerumuskan (66875)
searchPerbesar
Gambar oleh Pexels dari Pixabay
Kacang sering kali dianggap sebagai makanan yang menyebabkan alergi. Hal itulah yang membuat munculnya mitos yang menyatakan kalau ibu hamil makan kacang, bayinya nanti akan memiliki alergi. Padahal, kacang mengandung protein dan asam folat yang baik untuk kesehatan janin.
Alergi pada bayi disebabkan oleh faktor genetik dari ibu atau pun anggota keluarga masih punya hubungan darah. Jadi, tidak ada hubungannya dengan makanan apa yang dikonsumsi ibu saat hamil.
ADVERTISEMENT

Minum Air Es Sebabkan Bayi Berukuran Besar

5 Mitos Kehamilan yang Justru Menjerumuskan (66876)
searchPerbesar
Gambar oleh Colin Behrens dari Pixabay
Selain makanan, ada pula minuman yang menjadi bagian dari mitos kehamilan. Ibu yang sering minum air es saat hamil dapat menyebabkan bayi berukuran besar ketika dilahirkan. Faktanya, tidak demikian.
Bukan air es yang menyebabkan bayi menjadi besar, melainkan kandungan kalori dalam minuman tersebut. Jadi, kalau ibu mengkonsumsi minuman dengan kalori tinggi, berat badan ibu atau janin yang dikandungnya akan bertambah.

Ibu Hamil Dilarang Melakukan Apa-apa

5 Mitos Kehamilan yang Justru Menjerumuskan (66877)
searchPerbesar
Gambar oleh StockSnap dari Pixabay
Wanita yang hamil pasti dimanja oleh suami, orang tua, dan keluarga yang lain. Ia selalu disuruh bersantai dan dilarang melakukan aktivitas apapun.
Faktanya, ibu hamil tetap dianjurkan untuk melakukan aktivitas seperti biasanya, dengan catatan tidak berlebihan agar sang ibu tidak kelelahan. Sesekali menyapu rumah atau melakukan olahraga ringan masih diperbolehkan. Hal ini agar tubuh ibu tetap sehat dan bugar.
ADVERTISEMENT
Nah, itu tadi lima mitos tentang kehamilan yang sering membuat ibu cemas. Jika mendengar sesuatu dari orang awam, baiknya dicek kebenarannya pada ahlinya agar tidak menimbulkan kecemasan ya, Bun. (mit)