Buzz
·
10 November 2020 15:06

Hindari Semprot Angin Kompresor saat Ganti Oli Motor, Ini Alasannya

Konten ini diproduksi oleh Generasi Milenial
Hindari Semprot Angin Kompresor saat Ganti Oli Motor, Ini Alasannya (255969)
Ilustrasi ganti oli motor. Foto: Shutterstock
Seperti mobil, pemilik sepeda motor wajib mengganti olinya secara rutin. Biasanya, mekanik menggunakan angin kompresor untuk meniriskan sisa oli di ruang mesin sebelum menuangkan oli yang baru.
ADVERTISEMENT
Menurut Service Advisor Kawasaki Super Sukses, Karawaci, Rizal, ternyata langkah tersebut salah. Sebab, angin kompresor mengandung air dan berbahaya untuk komponen dalam mesin.
"Angin biasa dari kompresor itu punya banyak kandungan air dan bisa saja ada karat. Kalau masuk ke ruang mesin, dia akan mengendap dan mengganggu kinerja pelumasan oli," jelas Rizal.
Hindari Semprot Angin Kompresor saat Ganti Oli Motor, Ini Alasannya (255970)
Ilustrasi menyemprotkan angin kompresor saat servis berkala sepeda motor. Foto: dok. Istimewa
Nah, performa oli yang bekerja juga tidak akan maksimal jika kandungan air itu masuk ke ruang mesin. Hal ini tentu akan mengakibatkan beberapa komponen lainnya melakukan gesekan yang semakin tinggi.
Sehingga komponen mesin bisa baret bahkan 'jebol'. Tentunya hal itu akan sangat berbahaya apabila kerusakan mesin tersebut terjadi ketika motor tengah dikendarai.
Hindari Semprot Angin Kompresor saat Ganti Oli Motor, Ini Alasannya (255971)
Ilustrasi ganti oli mesin motor Foto: dok. Istimewa
Selain itu, membersihkan ruang mesin dengan angin kompresor berpotensi membuat serbuk kotoran yang seharusnya terbawa dengan oli bekas malah menyebar ke sela-sela mesin.
ADVERTISEMENT
"Sejak 2008 bengkel resmi Kawasaki sudah tidak diperbolehkan pakai angin kompresor. Jadi para mekanik saya instruksikan untuk didiamkan saja sampai benar-benar tidak menetes lagi (oli lamanya)," katanya.
Hindari Semprot Angin Kompresor saat Ganti Oli Motor, Ini Alasannya (255972)
Bore up mesin motor lawas Foto: Dok. Bangkit Jaya Putra
Rizal mengingatkan, selain mengganti oli mesin dan servis berkala, pemilik motor juga harus lebih selektif dalam memilih jenis oli yang tepat bagi kendaraan.
"Sekarang patokan ganti oli menggunakan jarak kilometer sudah enggak relevan. Jika motor dipakai setiap hari dan melewati jalan macet baiknya durasi mengganti oli dipercepat," jelasnya. (bel)