Otomotif
·
29 Oktober 2020 16:09

Kebiasaan Pakai Charger Smartphone di Mobil yang Ternyata Salah Kaprah

Konten ini diproduksi oleh Generasi Milenial
Kebiasaan Pakai Charger Smartphone di Mobil yang Ternyata Salah Kaprah (557033)
Lighter pada mobil. Foto: Amazon.com
Libur panjang tanggal 29, 30, 31 Oktober, dan 1 November 2020 membuat kepadatan lalu lintas, baik mobil maupupun sepeda motor, terlihat di sejumlah titik. Banyak warga yang memanfaatkan waktu untuk liburan hingga pulang kampung.
ADVERTISEMENT
Akibatnya, kemacetan di sejumlah ruas jalan tak terhindarkan hingga memakan waktu cukup lama di perjalanan. Melakukan pengisian daya baterai smartphone di mobil pun tentu menjadi hal sangat lazim di lakukan di tengah situasi semacam itu. Apalagi jika tidak membawa powerbank.
Dalam melakukan pengisian daya, tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat berhubungan dengan lubang lighter. Sebab, jika salah sedikit saja, itu bisa membahayakan operasional kelistrikan mobil.
Kebiasaan Pakai Charger Smartphone di Mobil yang Ternyata Salah Kaprah (557034)
Charger smartphone di mobil. Foto: CNet
Bambang Supriyadi, Technical Service Dealer PT Astra Daihatsu Motor, menuturkan hal utama yang harus diperhatikan dalam hal pengisian daya di mobil yaitu jangan sampai longgar.
"Yang utama itu jangan sampai ada longgar, dia harus fit sama rumah lighter-nya itu. Kalau longgar itu akan jadi intermitten. Dan kalau longgar nanti juga ada potensi timbul api," jelas Supriyadi.
ADVERTISEMENT
Untuk spesifikasi charger-nya sendiri, ketika ingin menggunakan charger yang bercabang lebih dari satu, sebaiknya perhatikan besar ampere dari fuse lighter tersebut.
Kebiasaan Pakai Charger Smartphone di Mobil yang Ternyata Salah Kaprah (557035)
Ilustrasi pemasangan car charger Foto: dok. Hocotech
"Setiap lighter itu kan ada fuse ampere-nya, rata-rata itu 15 ampere. Nah, ketika digunakan untuk 3 gadget menggunakan charger bercabang, ya nanti dia akan membagi 5 ampere-5 ampere. Jadi mungkin dari segi kecepatan mengisi gadget-nya akan berbeda," sambung Supriyadi.
Supriyadi juga mengingatkan bahwa fungsi dari charger mobil tersebut sifatnya sebenarnya hanya lah emergency, dan ia menyarankan untuk tidak menjadikan charger mobil tersebut sebagai charger utama. (bel)