Sederet Alasan Fresh Graduate Selalu Doyan Resign dari Tempat Kerja

Konten dari Pengguna
2 Agustus 2022 15:13
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Generasi Milenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi fresh graduate baru pertama kali bekerja. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fresh graduate baru pertama kali bekerja. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Bukan rahasia umum lagi, fresh gradute atau pekerja yang baru lulus dari perguruan tinggi kerap resign dari tempat kerja. Bahkan, orang yang baru pertama kali bekerja usai menjalani pendidikan selama 4 hingga 5 tahun acap kali tak tahan di dunia kerja hingga memutuskan mengundurkan diri.
ADVERTISEMENT
Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan para fresh graduate kebanyakan resign dari tempat kerjanya saat pertama kali kerja. Nah, berikut alasan-alasan yang dirangkum dari berbagai sumber.
1. Cepat Bosan
Katanya, nih, pekerja yang baru lulus dari perguruan tinggi dan langsung diterima bekerja cenderung sepat bosan di dunia kerja.
Ilustrasi bosan bekerja di kantor. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bosan bekerja di kantor. Foto: Shutter Stock
Sebab, kebiasaan-kebiasaan baru hingga tekanan saat bekerja membuat mereka tak sanggup menjalaninya.
Selain itu, memiliki sifat nongkrong atau hangout sebelum diterima bekerja menyebabkan para fresh graduate terkejut hingga cepat bosan saat bekerja yang memiliki segudang tanggung jawab. Lantas, mereka kemudian memutuskan resign dari tempat kerja karena tidak cocok dengan sifat atau bosan.
2. Gaji Tidak Sesuai
Banyak lho fresh graduate yang diterima kerja di sebuah perusahaan ternyata rata-rata mengeluhkan besaran gaji.
Ilustrasi uang. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi uang. Foto: Shutter Stock
Upah yang dimiliki dianggap tidak sesuai dengan beban hingga target kerja yang dijalani hingga membuat mereka mengundurkan diri.
ADVERTISEMENT
Di samping itu, ada juga kasus yang membuat banyak fresh graduate doyan resign lantaran gaji yang sangat kecil. Padahal, pekerjaan yang harus dituntaskan setiap harinya dianggap tidak sebanding dengan besaran gaji yang diterima.
Ditambah, gaji tersebut juga dinilai tidak bisa menghidupi kebutuhan sehari-hari atau per bulan. Dengan begitu, mereka lantas memutuskan resign karena gaji dianggap jauh dari harapan atau tanggung jawab pekerjaan yang dijalani.
3. Mencari Pengalaman
Tahu enggak, rata-rata fresh graduate doyan resign dari tempat kerja ternyata karena mencari pengalaman. Mereka biasanya melamar pekerjaan di perusahaan mana saja atau posisi apa pun ketika baru lulus dari perguruan tinggi.
Ilustrasi Bekerja (Foto: StartupStockPhotos)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bekerja (Foto: StartupStockPhotos)
Hal itu dilakukan untuk mendapat pekerjaan sekaligus pengalaman yang akan membantu mereka untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Tak jarang, banyak fresh graduate cenderung hanya bertahan dalam hitungan bulan ketika baru pertama kali bekerja.
ADVERTISEMENT
Pasalnya, mereka menganggap perusahaan yang menawarkan gaji besar atau upah yang layak membutuhkan pegawai yang bergalaman. Artinya, setiap fresh graduate biasanya melakukan hal tersebut demi mencari pengalaman kerja yang ujung-ujungnya memutuskan resign.
4. Job Desk Kerja Tidak Sesuai
Tahu enggak sih, banyak fresh graduate tak nyaman bekerja lantaran memiliki job desk kerja yang tidak sesuai. Hal ini tentu dianggap mengagetkan mereka karena dinilai pekerjaan yang dijalani tidak sesuai dengan kesepakatan wawancara saat proses rekrutmen.
Ilustrasi bekerja tidak sesuai job desk. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bekerja tidak sesuai job desk. Foto: Pixabay
Ditambah, rata-rata fresh graduate ternyata tidak menyukai pekerjaan yang memiliki job desk tidak jelas. Artinya, mereka dipaksa mengerjakan apapun selama bekerja yang notabene tidak sesuai dengan posisi pekerjaan mereka.
Tak ayal, banyak dari mereka kemudian tidak tahan hingga memutuskan mengundurkan diri. Terlebih, pekerjaan yang tidak sesuai job desk dianggap sangat dibenci para fresh graduate lantaran masih memiliki sifat idealis.
ADVERTISEMENT
5. Hubungan dengan Rekan Kerja Tidak Harmonis
Faktor terakhir yang menyebabkan banyak fresh graduate resign dari tempat kerja adalah rekan kerja. Bukan rahasia umum lagi, setiap fresh graduate yang baru pertama kali bekerja kerap sulit beradaptasi dengan rekan-rekan kerja di sebuah perusahaan.
Ilustrasi bertengkar dengan rekan kerja. (Foto: Thinstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bertengkar dengan rekan kerja. (Foto: Thinstock)
Ditambah, sifat masih egois, malu, hingga baper membuat mereka kemudian memutuskan resign. Tidak hanya itu saja, banyak lho fresh gradute bertengkar dengan rekan kerja, bahkan atasan karena tidak bisa mencocok diri dengan lingkungan kerja.
Dengan begitu, mengundurkan diri atau resign dari tempat kerja merupakan jalan satunya karena faktor ketidakharmonisan dengan rekan kerja.
Begitulah 5 hal yang kerap dialami para fresh graduate ketika baru pertama kali kerja hingga memutuskan resign. (fre)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020