kumparan
KONTEN PENGGUNA
12 November 2018 10:45

25 Ribu Santri di Jawa Timur Makan 10 Ton Ikan Bersama Ibu Susi

Akhir pekan lalu, selama tiga hari, saya dan beberapa teman kumparan lain mengikuti kegiatan Ibu Susi Pudjiastuti dalam kunjungan ke Jawa Timur. Selama ini, Ibu Susi terkenal dengan slogan "Tenggelamkan!", yang merupakan kebijakan menyelamatkan laut Indonesia dari tindak pencurian ikan oleh pihak asing.
ADVERTISEMENT
Selain menjaga laut, Ibu Susi juga bertugas untuk menggalakkan kembali program gemar makan ikan. Laiknya kapal asing pencuri ikan, orang Indonesia yang tidak mau makan ikan juga akan ditenggelamkan.
Hari Jumat (2/11), Ibu Susi Pudjiastuti mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Sebanyak 12.000 santri sudah memenuhi lapangan di depan Universitas Nurul Jadid. Sambil menunggu kedatangan Ibu Susi, ribuan santri menikmati penampilan drum band Nurul Mun'im. Puluhan personel drum band santri cilik ini membawakan beberapa lagu.
Saat Ibu Susi datang dan langsung menuju barisan santriwati, ribuan santri histeris. Ada yang mengajak selfie, cium tangan, dan lain-lain. Dalam kesempatan itu, Ibu Susi menyampaikan tiga pesan, yaitu tenggelamkan kapal pencuri ikan, gunakan alat tangkap ramah lingkungan, dan mari gemar makan ikan. Karena itulah, Ibu Susi mengajak santri untuk makan ikan agar lebih sehat dan lebih pintar.
Gibran Rakabuming Raka, Pondok Pesantren Nurul Jadid, makan ikan
Gibran Rakabuming Raka di acara Makan Ikan Bersama Santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (2/11/2018). (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)
Selain Ibu Susi, acara "Makan Ikan Bersama Santri" itu juga dihadiri Gibran Rakabuming Raka, yang berbagi pengalaman mengenai kewirausahaan. Gibran yang memiliki usaha katering Chilli Pari dan martabak Markobar mengajak para santri untuk mulai menumbuhkan jiwa wirausaha. Ribuan santri langsung heboh saat Gibran turun menemui santri di lapangan untuk membagikan jaket bagi yang bertanya tentang kewirausahaan.
ADVERTISEMENT
Acara makan ikan bersama santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid itu ternyata memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Tercatat sebanyak 12.110 santri mengikuti acara makan ikan bersama. Jumlah ini mengalahkan rekor sebelumnya, di mana 7.445 santri makan ikan bersama di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang pada 18 November 2016.
Dalam acara makan ikan bersama santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid itu, Ibu Susi Pudjiastuti dan kumparan meraih rekor MURI sebagai pemrakarsa dan penyelenggara "Makan Ikan oleh Santri Terbanyak".
Pondok Pesantren Nurul Jadid merupakan ponpes pertama dari empat ponpes yang menggelar Makan Ikan Bersama Santri di akhir pekan kemarin. Hari selanjutnya, Sabtu (3/11), Ibu Susi Pudjiastuti makan ikan bersama 3.000 santri Pondok Pesantren Al-Fattah Situbondo dan 8.000 santri Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi.
ADVERTISEMENT
Di Situbondo, Ibu Susi mengajak ibu-ibu untuk memasakkan ikan untuk anak-anaknya. Selain lebih murah dari daging, ikan juga lebih menyehatkan dan membuat anak lebih pintar.
Di hari terakhir, Minggu (4/11), Ibu Susi mengunjungi Sekolah Pesantren Entrepreneur Al-Maun Muhammadiyah (S-PEAM) di Pasuruan. Sebanyak 2.000 santri mengikuti acara makan ikan bersama Ibu Susi.
Dalam kunjungan tiga hari ke Jawa Timur itu, Ibu Susi makan ikan bersama 25.000 santri di Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi, dan Pasuruan. Totalnya, sebanyak 10 ton ikan ludes dalam acara makan ikan bersama di empat pesantren tersebut.
Santri makan ikan, Susi Pudjiastuti, Ikan
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menerima hadiah kapal di Pondok Pesantren Darussalam Banyuwangi, Sabtu (3/11/2018). (Foto: Jafrianto/kumparan)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan