Inovasi Program ABIKAMA (Ayo Budidaya Kelor Bersama) Mencegah Diabetes

Semester 4, Program Studi Kesehatan Masyarakat di Stikes Indonesia Maju Jakarta
Konten dari Pengguna
17 Agustus 2022 16:36
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Gina Octavianie tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Semua orang tidak asing lagi dengan penyakit diabetes melitus, dewasa ini penyakit diabetes melitus bukan menjadi penyakit lansia saja, bahkan di kalangan anak muda saat ini sudah banyak yang mengidap penyakit diabetes melitus akibat dari pola makan yang tidak dijaga. Apa diabetes melitus itu? Ayo kita simak dan cara memecahkannya.
ADVERTISEMENT
Diabetes melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan insulin atau berkurangnya efektivitas insulin. Hal ini ditandai dengan hiperglikemia atau peningkatan kadar glukosa melebihi normal. Diabetes ditandai dengan kondisi hiperglikemia berlangsung terus-menerus. Insulin adalah hormon yang dibentuk oleh pankreas. Pankreas mengeluarkan insulin ke dalam aliran darah. Insulin membantu glukosa untuk dapat masuk kedalam sel. Insulin menurunkan jumlah gula didalam darah.
Daun Kelor from : pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Daun Kelor from : pexels.com
Secara epidemiologi diperkirakan prevalensi penyakit diabetes melitus pada tahun 2030 di Indonesia mencapai 21,3 juta orang. Riskesdas 2018 melaporkan penyakit PTM (diabetes melitus) meningkat di kalangan usia muda dari 25,8% menjadi 34,1%.
Hal ini menjadi tolak ukur untuk melakukan berbagai inovasi, para mahasiswa dan peneliti mengerahkan usaha agar menurunkan penyakit tidak menular termasuk diabetes melitus ini, maka dari itu saya akan membahas tentang inovasi dengan melakukan program ABIKAMA (Ayo Budi Daya Kelor Bersama) melalui metode kreatif, inovatif, sosialisasi dan aktif. Apa manfaat kelor itu? Bagaimana program ini dilaksanakan?
ADVERTISEMENT
Kelor (Moringa oleifera) ialah tumbuhan yang mempunyai banyak khasiat dalam dunia kesehatan. Bermacam publikasi hasil dari sebagian riset menyatakan isi nutrisi kelor yang sangat luar biasa, yaitu protein, vitamin (A, B1, B2, C, E), magnesium, zat besi, kalsium, serta berbagai jenis asam amino. Hal tersebut dinyatakan lebih besar daripada isi buah serta sayur-mayur yang lain. Disamping kandungan nutrisi yang tinggi, kelor ini mengandung serat selain itu tumbuhan kelor merupakan obat tradisional yang kaya manfaat, telah digunakan sebagai obat tradisional penyakit hiperglikemia, peradangan, infeksi bakteri/virus dan kanker.
Tanaman kelor tersebar luas di Indonesia, tanaman liar yang mempunyai berbagai macam khasiat, dengan adanya informasi-informasi yang di sebarluaskan pemanfaatan daun kelor di sosial media akan membuat masyarakat tertarik, dan cara menanamnya pun mudah.
ADVERTISEMENT
Program ini dilakukan dengan bersama-sama melakukan penanaman daun kelor, mulai ditanam dari pot sampai dipindahkan ke tanah apabila sudah besar tanamannya. Bagian dari tumbuhan kelor yang sering dimanfaatkan adalah daunnya. Cara mengonsumsi kelor yaitu tanaman kelor yang ditanam akan diambil daunnya dan dijadikan ramuan dengan menghaluskan daun kelor menambahkan madu atau dicampur air kelapa kemudian diminum, disarankan meminum 3x dalam seminggu di pagi hari.
Manfaat yang akan didapatkan dengan membuat ramuan daun kelor yaitu :
  1. Mengatasi diabetes tingginya kandungan mineral yaitu seng, membuat daun kelor memiliki sifat anti diabetes. Kandungan tersebut diperlukan untuk produksi insulin,
  2. Menjaga berat badan menghindari obesitas,
  3. Anti oksidan dan anti inflamasi,
  4. Menjaga Kesehatan ginjal,
  5. Mencegah penyakit jantung,
  6. Mengobati rematik,
  7. Menurunkan tekanan darah pada penderita darah tinggi, dll.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020