Konten dari Pengguna

Cerita Roy Keane saat Eric Cantona Hampir "Bunuh" Polisi

Gosip Pemain Bola

Gosip Pemain Bola

sepak bola bukan cuma soal analisis, tapi gosipnya juga penting!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Gosip Pemain Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber foto: Instagram Eric Cantona
zoom-in-whitePerbesar
Sumber foto: Instagram Eric Cantona

Bagi pecinta sepak bola tentu tahu sejarah tendangan kungfu yang dilayangkan Eric Cantona kepada suporter Crystal Palace. Sikap itu menunjukkan sikap temparemental dan keberingasan pemain Asal Prancis itu.

Namun tendangan kungfu itu bukan satu-satunya kejadian yang menunjukkan sikap temperamen King Eric. Pada pertandingan Liga Champion di tahun 1993, ia pernah mencoba mengajak bertikai bahkan berniat membunuh seorang petugas keamanan di Turki.

Mantan rekannya di Manchester United, Roy Keane mengenang kejadian tersebut.

Roy Keane diyakini adalah pemain yang memiliki etos serupa Eric Cantona. Bengal namun krusial bagi Manchester United.

"Di ruang ganti Eric menjadi gila,"ujar Keane.

"Dia bertekad untuk kembali ke luar untuk mencari polisi nakal yang telah memukul kepalanya."

"Eric adalah pemain yang besar dan kuat, dia serius. Dia bersikeras dia akan membunuh keparat tersebut." Perlu upaya dari manajer, (asisten) Brian Kidd dan beberapa pemain untuk menahannya."

"Biasanya saya tidak akan mundur dari pertarungan tapi bahkan saya tidak siap untuk yang ini. Ada banyak orang Turki di luar sana!"

Intensitas pada saat itu memang cukup panas. Bahkan psywar sudah dilakukan oleh pendukung Galatasaray sejak skuat Manchester United turun dari pesawat.

Pada saat pertandingan sendiri Roy Keane berseteru dengan para pemain Galatasaray menjelang laga usai. Cantona kesal karena pemain Galatasaray seolah mengulur-ulur waktu dengan berlama-lama berbaring di tanah. Tak sampai di situ, Cantona juga menghina wasit, Kurt Rothlisberger. Akibatnya ia harus dikartu merah.

Dan alasan kenapa Cantona ingin menghajar polisi bermula dari kejadian saat polisi berusaha melindungi pemain United dari keganasan pendukung Galatasaray saat mereka berjalan menuju ruang ganti. Namun, Cantona merasakan adanya pukulan yang dilayangkan kepadanya dari arah belakang. Kemudian, Robson membalas pukulan tersebut tetapi dihadang oleh perisai. Robson merasa bahwa ada seorang polisi yang memukul Cantona dari belakang.

Pada pertandingan itu sendiri Manchester United harus bermain imbang 0-0. Hasil yang membuat mereka tersingkir karena pada pertandingan pertama di Old Trafford, kedua tim bermain imbang 3-3.