kumplus- Sumur Hitam 17

Jerit dari Sumur (17)

Penulis fiksi klenikmu yang tersayang. Terima kasih.
11 September 2022 18:56
·
waktu baca 11 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kejang-kejang sawan yang dialami Waras berangsur mereda. Matanya kembali normal meski sedikit juling. Waras mengibas-ngibaskan tangannya yang kebas, dan berusaha duduk. “Suwun, lur, nek aku lagi sawan, ojo dicekeli,” kata Waras.
“Sawan kenapa, Ras?” tanya Darto, menyodorkan segelas teh jahe hangat untuknya. Lek Mat ikut nimbrung memperhatikan Waras. Urusan di pengajian sudah selesai, hari pun mendekati gelap. Puji-pujian menjelang azan Maghrib sudah dilantunkan oleh suara fals bocah-bocah.
Penglihatan Waras berenang-renang, ia mencekal kepalanya, mengguncangnya sedikit seolah sedang menangani tivi dengan layar kesemutan. “Nanti cerita di rumah Takim.” Waras menyampirkan kedua lengannya ke bahu Darto dan Takim, minta dipandu.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanPLUS
Darto mendekati lubang itu untuk melihat ada apa di dasarnya. Sesosok perempuan muncul dan mengentaskan diri. Darto tercekat. Baca novel Haditha, terbit setiap Minggu.
23 Konten
KONTEN SELANJUTNYA
Waras (18)
Haditha
KONTEN SEBELUMNYA
Sawan (16)
Haditha
Lihat Lainnya
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten