Sumur hitam 13

Ragam Tulah (13)

Penulis fiksi klenikmu yang tersayang. Terima kasih.
14 Agustus 2022 16:54
·
waktu baca 9 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Juragan Garis merutuk saat mencuci matanya di kamar mandi. Matanya merah dan terasa berpasir, dan tak kunjung mereda meski sudah dua minggu lewat. Ia sudah konsultasi ke dokter dan diberi obat tetes mata, tapi masih tak kunjung sembuh. Matanya malah semakin merah, uratnya keluar menonjol. Ia takut kalau matanya kena katarak.
Penyakit ini membuat kegiatannya sehari-hari terganggu. Ia tak bisa keluar dengan bebas, mesti pakai kacamata hitam, dan tangannya tak berhenti tergoda menggaruk mata. Akhirnya, selama tiga harian terakhir, ia mendekam di rumah. Semua jendela dan lubang-lubang cahaya ditutup. Ia baru nyaman bila semuanya gelap dan dingin. Berkantung-kantung es batu dan kacang polong beku ia gunakan untuk meredam gatal di mata. Cukup efektif, tapi baru semenit dilepas matanya sudah menggatal lagi, bahkan lebih parah, seperti digerayangi ulat bulu sekebun. Gatal dan nyeri itu membuat pola tidurnya terganggu. Juragan Garis minum obat tidur tiap malam, sekaligus melarikan diri dari mimpi buruk berkaitan sumur hitam yang selama ini mengejar-ngejarnya.
Yang paling mengesalkan dari penderitaannya ini adalah absennya Marsudi, ajudan setianya. Terakhir kabar yang ia dengar dari mulut Marsudi sendiri adalah ajudannya itu mengidap asam urat yang membuat kakinya lemah dan sulit bergerak. Sebagai gantinya, keponakan Marsudi, Bendot, yang datang menggantikan.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanPLUS
Erna ada di sana. Begitu nyata hingga Darto tak ingin lagi melepaskan genggaman tangannya. Ia tak ingin pergi dari tempat itu. Baca novel Haditha, terbit setiap Minggu.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten