Sumur Hitam 20

Sumur Luber (20)

Penulis fiksi klenikmu yang tersayang. Terima kasih.
2 Oktober 2022 18:31
·
waktu baca 9 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sesuatu tak nampak menarik Darto meluncur di atas permukaan yang terasa kenyal dan berlendir. Jeritan Darto tertahan, udara terlalu pekat untuk meneruskan suaranya. Darto menggapai-gapai mencari cengkeraman apa pun, tapi permukaan gapaiannya terlalu licin. Di kepalanya, Darto membayangkan sedang meluncuri organ dalam monster besar. Terasa olehnya denyut-denyut di sekeliling permukaan berlendir dan bau ini. Semakin bau, Darto menyangka kalau ia sedang melalui organ usus. Perut Darto seketika mual. Luncurannya semakin cepat, cengkeraman tak nampak itu seolah bersiap untuk mengempaskannya kuat-kuat. Darto terbayang ia akan disembur melalui lubang pada punggung paus. Sekumpulan asap putih pekat menantinya di depan. Ada mata kuning menyala, dan rahang yang membuka beserta empat taring di setiap sudut. Darto gelagapan. Ia menjerit sekeras-kerasnya. Ini akhir hidupnya!
Tidak.
Yang dibayangkannya tidak terjadi.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanPLUS
Darto mendekati lubang itu untuk melihat ada apa di dasarnya. Sesosok perempuan muncul dan mengentaskan diri. Darto tercekat. Baca novel Haditha, terbit setiap Minggu.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten