Sumur Hitam chapter 10

Surat Ki Wulung (10)

Penulis fiksi klenikmu yang tersayang. Terima kasih.
24 Juli 2022 18:50
·
waktu baca 7 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical

Kepada warga Desa Kebonagung sekalian, khususon Dusun Klumpang.

Saya, Wulung Harjo Mukti, bersaksi telah melihat malapetaka di depan mata.

Kalau warga sekalian memutuskan tidak percaya, tidak masalah, tapi saya berpesan agar kalian mengingat apa yang telah saya perbuat kepada warga-warga sekalian, apa kebisaan saya, siapa pendahulu saya.

Kepada warga yang bakal percaya, saya ucapkan terima kasih dan semoga keselamatan buat kita semua.

Sumur Wisata, atau yang sekarang-sekarang ini disebut sebagai Sumur Hitam, menyimpan sesuatu yang akan membuat desa yang kita cintai ini jatuh dalam petaka.

Petaka ini awalnya saya anggap sebagai isapan jempol, tapi semenjak api hijau yang menjadikannya wisata menarik tengah malam padam dan air pada sumur itu surut, saya jadi percaya bahwa sumur itu bukan lagi sumur anugerah yang selama ini kita percayai. Mata saya terbuka atas kebenaran.

Ketika saya menuliskan pesan ini, ujung jari saya menghitam karena serangan makhluk yang ada dalam sumur itu. Ini peringatan buat semuanya. Kekuatan gaib bersemayam dalam sumur itu dan perlahan menelan korban. Seperti yang kita semua tahu, saudari kita, Erna, lenyap ditelan sumur. Mungkin bagi kalian yang menjaga kewarasan bakal menganggap itu adalah karena Erna mengalami depresi berat. Sayangnya itu salah. Erna terjun ke sana karena panggilan gaib yang purba dan jahat.

Saya akui keputusan kita semua menjadikan sumur itu sebagai tempat wisata adalah kesalahan besar. Atas nama para pendahulu, saya mohon maaf.

Warga Kebonagung yang saya sayangi. Seperti yang kalian semua tahu, saya memiliki ilmu batin yang kuat. Semua ini adalah turunan dari pendahulu saya, Sang Kiai. Melalui semadi sebelas hari di beberapa tempat sakral desa ini, saya mendapatkan petunjuk dan penglihatan yang jelas.

Pertama: Sumur itu terkutuk. Kutukan dari makhluk gaib purba yang bertujuan meluluhlantakkan desa ini saat waktunya tiba. Waktunya sudah semakin dekat.

Kedua: Sumur itu merupakan lubang pembuangan mayat-mayat zaman pertumpahan darah antara kolonial dengan pribumi. Kengeriannya berlanjut ke masa-masa sebelum desa kita berdiri, bisikan jahatnya menyihir pemuda untuk salah jalan dan melakukan kejahatan: membinasakan musuh-musuh dan dibuang ke sini. Sumur ini terus menuntut darah.

Ketiga: Sumur itu menjadi pintu bagi dunia gaib beririsan dengan dunia kita. Dalam waktu dekat, pintu itu akan terbuka dan makhluk-makhluk jahanam akan datang meneror kita semua.

Saya sebagai saksinya, dan atas nama Nini dan Kaki Dhanyang Smarabumi, saya diserang oleh salah satu makhluk jahanam itu. Serangannya berupa tangan hitam yang mengempas kita ke udara dan membanting kita ke tanah muka dahulu. Serangannya sangat dingin, seolah kita dipaksa beredar di tanah terlupakan yang terbuat dari es. Serangannya berbau apak, sangit, membuat hidung kita sesak. Saya yakin bukan saya yang pertama mengalami ini. Bagi yang pernah mengalaminya, silakan datang ke rumah saya dan saling menguatkan. Desa kita sedang tidak baik-baik saja.

Ini bukan isapan jempol belaka. Silakan datang ke rumah saya dan lihat jari saya yang menghitam. Silakan berkunjung juga ke sumur itu dan temukan bekas telapak hitam yang bukan dari tangan manusia.

Demi keselamatan dan keberlangsungan desa kita tercinta ini, saya mengusulkan satu hal, satu-satunya cara untuk menghentikan petaka mendatang ini adalah dengan menutup sumbernya. Dengan kata lain, saya usulkan agar sumur hitam dihancurkan.

Sekali lagi, kepada warga yang percaya, saya ucapkan terima kasih dan semoga keselamatan buat kita semua. Lebih cepat kita bertindak, lebih baik.

Tertanda, Ki Wulung.

Purnama ke-tujuh.

***
“Warga bakal percaya Ki Wulung?” tanya Darto kepada dua temannya, Takim dan Waras.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanPLUS
Semuanya terhubung. Bukan cuma di Kebonagung, tapi seluruh sumur di Nusantara terhubung dengan sumur hitam. Baca novel Haditha, terbit setiap Minggu.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten