Citayam Fashion Week : Fenomena Baru di Selatan Jakarta

Hai nama saya Hafizh saya mahasiswa di STIKOM Interstudi jurusan broacasting. Disini saya sedang belajar menulis artikel, jangan lupa baca tulisan saya ya
Konten dari Pengguna
28 Juli 2022 22:06
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Hafizh Dhiyaulhaq tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ilustrasi : Hafizh Dhiyaulhaq
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi : Hafizh Dhiyaulhaq
ADVERTISEMENT
Citayam Fashion Week sendiri berawal dari kumpulan remaja-remaja yang didominasi tinggal di pinggiran Jakarta seperti Depok, Bogor, Citayam dan sekitarnya kebanyakan dari mereka berkumpul di satu titik untuk sekedar menongkrong dan mejeng.
ADVERTISEMENT
Mulai dari Dukuh Atas hingga SCBD tak luput dari keramaiannya, remaja-remaja ini berpakaian nyentrik dan eksentrik dengan bebas berekspresi demi menarik perhatian masyarakat dan juga ranah sosial media, beberapa nama yang kerap disebut di antaranya Jeje Slebew, Roy, Bonge dan lain sebagainya hingga muncul sebutan baru untuk Citayam Fashion Week yaitu Haradukuh.
Apa Haradukuh itu?
Haradukuh merupakan istilah plesetan dari kata Harajuku sebuah distrik di Shibuya, Tokyo, Jepang. Asal muasal kata Haradukuh disebabkan karena pemandangan Dukuh Atas yang disebut-sebut mirip dengan Harajuku.
Harajuku sendiri merupakan pusat fashion ikonik di Jepang dan menjadi trend setter pegiat fashion anti mainstream. Persamaan antara Haradukuh dengan Harajuku adalah setiap orang yang berada di sana bebas mengekpresikan gaya fashion mereka.
Adanya Citayam Fashion Week ini berdampak bagi masyarakat sekitar tempat mereka melakukan aksinya, Beberapa penjual disekitaran SCBD dan Dukuh Atas mengatakan bahwa omset mereka bahkan bisa naik hingga 2 kali lipat ketika ada acara ini.
Namun sangat disayangkan ada beberapa hal yang nampaknya membuat masyarakat terganggu. Belakangan ini beredar berita mengenai beberapa dari mereka yang tinggal dikawasan Depok, Bogor, Citayam dan sekitarnya terpaksa harus terlelap diantara barisan gedung dan pohon rindang di kawasan Dukuh Atas pada selasa pagi.
ADVERTISEMENT
Nampaknya sebagian dari mereka tertinggal kereta untuk pulang, yang di ketahui kereta KRL commuter line Jabodetabek Beroperasi mulai pukul 04.00 - 24.00 WIB. Untuk rute Red Line yakni Lin Bogor (Jakarta Kota - Bogor/Nambo).
Hal tersebut yang membuat mereka memutuskan untuk tidur di jalur pedestrian seberang Stasiun Sudirman dan Stasiun MRT BNI City, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin, (18/07/22) Pagi.
Jelas ini mengganggu kenyamanan dari masyarakat yang sedang berangkat menuju kantor, Satpol PP pun dikerahkan untuk "mengusir" remaja-remaja ini agar tidak mengganggu masyarakat dalam beraktifitas.
Disisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan Pemerintah Provinsi Jakarta Iwan Wardhana menyebut sah-sah saja mereka mengembangkan diri melalui seni.
Iwan Wardhana mengatakan Citayam Fashion Week adalah sebuah fenomena, dimana itu bagian dari aktivitas generasi muda mengembangkan dan membuat ekspresi dari sisi kesenian, bagian dari ekspresi penjiwaannya.
ADVERTISEMENT
Hiruk pikuk Citayam Fashion Week tak sampai disitu, belakangan ini Baim Wong dan istri mendaftarkan istilah “Citayam Fashion Week sebagai merek dan mendapatkansertifikat kekayaan intelektual (KI) pada Minggu (24/7/22) malam.
Dilansir dari situs pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Kemenkumham, pihak yang mendaftarkan tersebut adalah PT Tiger Wong Entertainment milik Baim Wong dan Indogo Aditya Nugroho.
Masyarakat menilai Baim Wong tidak semestinya bersikap demikian pasalnya, lahirnya Citayam Fashion Week bukan darinya melainkan remaja-remaja pinggiran Jakarta, termasuk Citayam, yang sering berkumpul di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat.
Terlepas dari semua fenomena yang muncul dan akan muncul nantinya semoga Citayam Fashion Week bisa tetap berjalan semestinya dan tidak mengganggu kepentingan siapapun.
Bagaimana tanggapan kamu?
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020