Konten dari Pengguna
Dari Kampus ke Kota Cerdas: Mahasiswa UMY Jelajahi Jakarta Smart City
11 November 2025 13:12 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Dari Kampus ke Kota Cerdas: Mahasiswa UMY Jelajahi Jakarta Smart City
Mahasiswa UMY belajar langsung tentang inovasi digital dan tata kelola kota cerdas saat kunjungan KKL 2025 ke Jakarta Smart City, pusat transformasi digital Jakarta.Alysia Fahreza Putri
Tulisan dari Alysia Fahreza Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Pada tanggal 21 Oktober 2025, rombongan mahasiswa Program Studi Manajemen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengunjungi pusat kendali layanan digital kota di Jakarta, Kantor Jakarta Smart City. Melalui kunjungan KKL ini, kami mendapat kesempatan unik untuk merasakan sendiri bagaimana inovasi teknologi, data, serta kolaborasi antara pemerintah dan warga membentuk wajah pelayanan publik modern yang cepat, transparan, dan responsif.
ADVERTISEMENT
Sebagai langkah awal, kami diminta mengunduh aplikasi JAKI, Jakarta Kini yang tersedia di laman resmi Jakarta Smart City. Aplikasi ini menjadi pintu masuk ke berbagai layanan publik di DKI Jakarta yakni mulai dari pelaporan banjir, cek harga pangan, hingga akses layanan pemerintahan.
Melihat Sistem Pusat Data & Dashboard Kota
Di ruang data center Jakarta Smart City, kami diajak bertatap muka dengan layar-besar yang menampilkan dashboard real-time dari berbagai instansi. Semua aspek kota seperti, lalu lintas, banjir, serta pengaduan masyarakat, dipantau secara terus menerus melalui jaringan sensor, CCTV, dan aplikasi warga seperti JAKI.
Tim pendamping menjelaskan bahwa data berasal dari berbagai instansi dan masyarakat, lalu diolah untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making). Konsep ini memperlihatkan bagaimana kota cerdas bukan sekadar slogan, tapi tindakan nyata di balik layar.
ADVERTISEMENT
Kolaborasi Pemerintah, Masyarakat, danTeknologi
Sesi diskusi bersama tim Jakarta Smart City memunculkan satu insight penting: bahwa transformasi digital kota bukan hanya soal perangkat keras dan aplikasi, melainkan soal keterlibatan masyarakat, kejelasan data, dan pelayanan yang adaptif.
Mahasiswa UMY melihat bahwa ketika warga menggunakan JAKI, sistem kota menerima masukan secara langsung dan responsif, menunjukkan potensi kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan warga. Laporan penelitian memperkuat hal ini; studi tentang JAKI menyatakan bahwa aplikasi menjadi salah satu pilar transformasi digital di Jakarta Smart City.
Refleksi Mahasiswa: Dari Kampus ke Kota Cerdas
Mengunjungi pusat kendali Jakarta Smart City memberikan pengalaman yang menggugah. Dari mengunduh aplikasi hingga mempelajari dashboard canggih, kami menyaksikan bagaimana ilmu manajemen yang selama ini kami pelajari di kampus, diujikan dalam skala pemerintahan kota.
ADVERTISEMENT
Bagi kami, ini adalah pembelajaran bahwa organisasi besar (seperti kota) pun butuh strategi manajemen digital, budaya kolaborasi, dan sistem yang adaptif. Dari kampus ke kota cerdas, langkah itu ternyata bisa ditempuh jika semua elemen siap.
Penutup
KKL UMY 2025 ke Jakarta Smart City mempertegas satu hal: bahwa masa depan pelayanan publik adalah digital, terbuka, dan terhubung. Lewat aplikasi JAKI, sistem pengendalian data, dan kolaborasi aktif warga-pemerintah-teknologi, Jakarta menunjukkan visinya sebagai kota cerdas.
Sebagai mahasiswa manajemen, kunjungan ini menjadi pengalaman inspiratif bahwa manajemen perubahan dan digitalisasi bukan sekadar teori, tetapi realitas yang berjalan di tengah kota kita.

