• 0

Akankah Hukuman Aremania Lebih Berat dari Bobotoh?

Akankah Hukuman Aremania Lebih Berat dari Bobotoh?


Aremania

Aremania (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Kerusuhan yang terjadi saat laga Arema FC versus Persib Bandung yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4/2018) lalu, kembali mencoreng citra sepak bola Indonesia.
Sebab, baru saja kompetisi Go-Jek Liga 1 bergulir empat pekan, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi, sudah harus membuat putusan yang memberatkan bagi pesertanya.
Hal ini dipicu karena Aremania yang merangsek masuk ke dalam lapangan kala kedua kesebelasan bersua. Ada rasa ketidakpuasan sejatinya yang ikut andil dalam kekisruhan ini.
Aremania yang tak puas akan performa Dendi Santoso dan kawan-kawan sepanjang tiga pertandingan karena hanya mengangtongi dua poin. Rekasi itu dipertegas dengan adanya spanduk bertuliskan "Kami Rindu Rasanya Menang" di tribune penonton.
Tanda-tanda kerusuhan terendus tatkala gol kedua Persib yang diciptakan Ezechiel N'duoasel pada menit ke-78. Di saat yang bersamaan perlahan botol kemasan menghujani bagian belakang gawang Arema yang dijaga Utam Rusdiana.
Namun, PT LIB melalui COO-nya, Tigorshalom Boboy, tak ingin melihat kejadian dari sudut pandang di atas.
"Kami tidak bisa berbicara lebih detail di sini, karena itu akan kami laporkan ke Komisi Disiplin (Komdis) PSSI," ucap Tigor di Jakarta, Senin (16/4).
Tigor boleh saja menolak berkomentar. Akan tetapi, berkaca dari kasus yang sama, pada musim kompetisi 2017 lalu, kekisruhan pertandingan Bhayangkara FC melawan Persib Bandung pada 4 Juni silam di Stadion Patriot Candrabragha bisa menjadi acuan.
Ketika gol kedua Bhayangkara FC tercipta, segelintir suporter Persib langsung merangsek ke dalam lapangan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap penampilan 'Maung Bandung' yang kurang memuaskan saat itu.

Kerusuhan antara Arema vs Persib

Kerusuhan antara Arema vs Persib (Foto: Instagram/@adebayuindra)
Atas kejadian itu, Persib disanksi oleh Komdis PSSI berupa denda sebesar Rp 15 juta dan larangan penonton memakai atribut ke stadion selama empat pertandingan.
Jika menilik peristiwa itu, bukan tak mungkin Aremania akan menerima hukuman serupa--bahkan berpotensi lebih berat mengingat juga terjadi pelemparan ke dalam lapangan. Akan tetapi, LIB punya jawaban sendiri.
"Kami tidak dalam posisi menyatakan kejadian ini lebih parah atau tidak (dari Bobotoh). Tetapi, kami menyesalkan insiden ini terjadi karena semangat kita semua agar sepak bola tahun ini harus lebih baik dari tahun sebelumnya," ucapnya.
"Termasuk elemen yang terlibat dalam penyelenggaraannya juga harusnya punya pemikiran yang dewasa, termasuk suporter, apapun yang terjadi sepak bola itu hanya 2 x 45 menit di lapangan. Kita semua tidak ingin ada ekses yang terjadi di luar sepakbola itu sendiri," tutur Tigor.


Sepak BolaSportsLiga IndonesiaArema FCPersib

presentation
500

Baca Lainnya