• 5

Ketika "Gajah" Kembali Menendang Bola

Ketika "Gajah" Kembali Menendang Bola



PSS Sleman

Kemeriahan skuat PSS Sleman. (Foto: PSS Instagram)
Gajah itu kembali.
Keluar kandang menendang bola.
Gajah kini tak malu lagi.
Meski borok terpampang nyata.
***
Di Way Kambas, Lampung Timur, menyaksikan gajah menyepak-nyepak bola tentu sangatlah menyenangkan. Binatang bertubuh jumbo itu terlihat lucu nan menggemaskan manakala harus berlari ke sana-sini memperebutkan si kulit bundar. Aksinya pun tak ubahnya seperti pesepak bola lapangan hijau sungguhan.
Namun, cerita tak lagi lucu ketika melihat sekumpulan manusia bermain bola bak seekor gajah. Saat gajah mati-matian mencoba mencetak gol ke gawang lawan, sekumpulan manusia ini justru saling berebut menceploskan bola ke gawang sendiri.
Ya, pemandangan menjijikkan itu pernah terekam saat PSS Sleman bertemu PSIS Semarang dalam babak delapan besar Grup N Divisi Utama di Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta pada 26 Oktober 2014.
Dua tahun silam, citra sepak bola Indonesia--yang memang sudah jelek, kembali tercoreng. Penyebabnya, pertandingan PSS vs PSIS diwarnai tindakan mencederai sportivitas setelah kedua tim memainkan sepak bola gajah. Tak hanya satu, melainkan lima gol yang bersarang di laga itu, semuanya berasal dari gol bunuh diri yang disengaja.
Gol-gol bunuh diri yang dilakukan kedua tim dituding karena keinginan menghindari pertemuan dengan Pusamania Borneo FC di babak semifinal Divisi Utama. Borneo FC sebelumnya menang Walk Out (WO) atas Persis Solo yang secara otomatis telah menanti pemenang antara kedua klub yang bertarung. Ketakutan kedua tim menghindari Borneo FC ditenggarai karena sebelum laga final sudah ada “jaminan” bagi mereka promosi ke Indonesia Super League (ISL) musim depannya.
Kesaksian kemudian dilontarkan Jufrial yang kala itu bertindak sebagai Pengawas Pertandingan (PP). Kepada Tempo, Jufrial yang menjadi saksi dalam sejarah memalukan itu bercerita bagaimana kejadian sebenarnya:
"Awalnya pertandingan itu terlihat normal, memang mereka melakukan serangan, tapi tidak maksimal. Pada babak pertama PSS Sleman sempat melakukan dua tembakan. Tapi, tembakan itu jauh di atas mistar gawang. Pada babak kedua, pertandingan berlangsung hampir sama dengan babak pertama. Keanehan baru terjadi di menit ke-87, saat pemain PSS Sleman mencetak gol bunuh diri. Sejak itu pertandingan berlangsung tidak normal. Setelah gol pertama itu, Sleman memainkan bola di derahnya sendiri dan kemudian mencetak gol kedua pada menit ke-88. Setelah kick-off, usai gol kedua, PSIS berhasil mendapatkan bola, lalu giliran mereka yang melakukan bunuh diri. Dua gol PSIS berikutnya terjadi berturut-turut pada menit ke-90 dan 90+1.”

PSS Sleman

Pesepak bola Perssu Madura Muhammad Ilhamul berebut bola dengan pesepak bola PSS Sleman saat pertandingan semi final Indonesia Soccer Championship B (Foto: Yusuf Nugroho/antara)
Kejadian itu sontak menjadi perhatian dunia. Untuk kesekian kalinya, sepak bola Indonesia tercoreng di dunia internasional. Setidaknya, ada tiga media besar dunia yang menampilkan cuplikan pertandingan di Stadion AAU itu yakni Eurosport, Daily Mail, dan The Guardian. Media Singapura, The New Paper, juga turut memberitakan tragedi sepak bola gajah ini.
“Tim Indonesia di bawah pengawasan (PSSI) setelah mencetak lima gol bunuh diri,” tulis The Guardian dalam judul beritanya yang diterbitkan pada 29 Oktober 2014.
Melihat kejadian memalukan ini, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI tak tinggal diam, setelah melakukan investigasi terkait masalah yang mencoreng nama PSSI selaku badan pengurus persepakbolaan di Indonesia. Akhirnya, PSSI pun menjatuhi hukuman kepada para pelaku "Sepak Bola Gajah" pada laga klub PSS Sleman vs PSIS Semarang.
Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepakbola seumur hidup menjadi keputusan terberat yang diputuskan Komisi Disiplin PSSI. Sementara hukuman teringan adalah larangan satu tahun tanpa aktivitas sepakbola.
Diskualifikasi Mengenai kedua tim, Komdis terlebih dahulu telah menghukum kedua klub dengan mendiskualifikasi PSS dan PSIS untuk tidak melanjutkan kompetisi Divisi Utama. Hukumannya berupa larangan aktivitas sepakbola seumur hidup dan denda Rp 200 juta rupiah  untuk Wahyu Winarto selaku manajer dan Eko Riyadi sebagai Pelatih Kepala. Para pemainpun juga mendapat hukuman larangan melakukan aktivitas sepak bola selama 10 tahun dan denda Rp 150 juta yang diberikan kepada asisten pelatih Setiawan dan Budi Cipto. Hukuman terberat, yaitu hukuman seumur hidup serta denda Rp 100 juta, diberikan kepada pemain. Mereka adalah Catur Adinugroho , Komaedi, Fadli Manan, dan Saptono. Adapun larangan aktivitas sepakbola selama lima tahun dan denda Rp 50 juta dikenakan kepada Sunar Sulaiman, Anam Syahrul, Taufik Hidayat, Andik Rahmat, Elina Soka, Vidi Hasional, dan Franky Mahendra. Larangan untuk tidak beraktivitas sepakbola dengan masa percobaan 5 tahun dan denda Rp 50 juta diberikan kepada Ivo Andre Wibowo, Safrudin Tahar, Ediyanto, Ahmad Noviandani, Hari Nur Yulianto. Denda Rp 150 juta dijatuhkan kepada pemain asing, Ronald Daian Fagundez dan Julio Cesar Alcorse. Hukuman larangan beraktivitas sepakbola selama satu tahun dengan masa percobaan 5 tahun tanpa denda diberikan kepada pembantu umum yaitu Suyatno dan Aji. Sedangkan, bagi PSS Sleman Komdis menghukum larangan beraktivitas sepak bola selama seumur hidup dan denda Rp 200 juta untuk Eri Febriyanto Selaku Sekretaris Tim dan satu orang official, Rumadi.
Komdis kemudian memberikan hukuman larangan beraktivitas selama seumur hidup dan denda Rp 200 juta kepada Heri Kiswanto selaku Pelatih Kepala. Hukuman larangan beraktivitas sepak bola selama 10 tahun dan denda Rp 150 juta kepada asisten pelatih, Edi Broto dan Erwin Sahrudin. Hukuman melakukan aktivitas sepak bola seumur hidup dan denda Rp 100 juta, diberikan kepada para pemain yang mencetak gol dan penjaga gawang. Mereka adalah Riyana dan Agus Setiyawan, serta Hermawan Putra Jati. Kemudian, larangan aktivitas di sepak bola selama lima tahun dan denda 50 juta menyeret nama Marwan Muhammad, Satrio Aji Saputro, Wahyu Gunawan, Ridwan Awaluddin, Anang Hadisaputra, Eko Setiawan, Mudah Yulianto,dan Monieaga Baguswardi. Memberi hukuman larangan beraktivitas sepak bola selama 1 tahun dengan percobaan 5 tahun dan denda Rp 50 juta terhadap Christian Adelmund, Waluyo, Saktiawan Sinaga, Guy Junior, dan Gratheo Hadiwinata. Kemudian tambahannya adalah kitman dan masseur Dwi Suyono dan Sunyono dihukum selama 1 tahun larangan beraktivitas sepakbola dan sanksi percobaan 5 tahun tanpa denda.
Final ISC B 2016

PSS Sleman

Pemain PSS Sleman berpose sebelum bertanding. (Foto: PSS Instagram)
Dua tahun berlalu, kini Gajah keluar dari kandangnya, menendang bola lagi.
Berlaga di Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016, PSS Sleman sukses melaju hingga partai final. Bertanding selama 120 menit menghadapi PSCS Cilacap di Stadion Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah, Kamis (22/12), tim berjuluk "Elang Jawa" harus takluk dengan skor 4-3.
Kekalahan PSS sendiri terjadi secara dramatis. Sama dramatisnya ketika memerankan sepak bola gajah.
PSS sejatinya mampu memulai laga dengan sempurna setelah unggul cepat sejak menit pertama lewat tandukkan Dave Mustaine. Berselang enam menit, PSCS berhasil menyamakan kedudukan via Ugik Sugiyanto pada menit ke-7. Ugik sukses membalikkan kedudukan menjadi 2-1 lewat gol keduanya pada menit ke-32 sekaligus menutup skor pada paruh pertama.
Pada babak kedua, PSS baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-78 via gelandang Busari. Skor 2-2 bertahan hingga 90 menit laga.
Pada babak pertama tambahan waktu, PSCS kembali unggul lewat sepakan Haudi Abdillah pada menit ke-101. Akan tetapi, PSS langsung menyamakan kedudukan menjadi 3-3 melalui Tri Handoko pada menit ke-106 .PSCS akhirnya mengunci gelar juara setelah Said Nurul Aksori melesakkan gol kemenangan pada menit ke-109.
Perserikatan
Jauh sebelum PSS vs PSIS, sepak bola gajah sudah terjadi saat Persebaya Surabaya melawan Persipura Jayapura di Liga Perserikatan musim 1987/88 . Di pertandingan tersebut, Persebaya sengaja mengalah dengan skor 0-12.
Persebaya melakukan upaya melakukan semata-mata hanya untuk balas dendam terhadap PSIS Semarang. Pasalnya, dua musim sebelumnya, PSIS mengubur ambisi Persebaya lolos ke partai puncak setelah kalah dari PSM Makassar.
Kejadian inilah yang kemudian melahirkan istilah sepak bola gajah di Tanah Air. Alasannya, pertandingan Persebaya melawan Persipura dipimpin wasit asal Lampung. Salah satu propinsi di dataran Sumatera itu dikenal sebagai tempat gajah-gajah bisa bermain sepakbola. Kemudian, pertandingan itu disebut sepak bola gajah karena gajah tak mengerti gawang mana yang harus dibobol saat bermain sepakbola.
Dalam kurun satu dekade (1998), istilah sepak bola gajah terulang kembali di Indonesia. Kali ini, bek Tim Nasional (Timnas) Indonesia Mursyid Effendi menjadi aktornya. Dia sengaja membobol gawang sendiri agar Tim Merah Putih kalah dari Thailand. Kedua tim tidak berambisi meraih kemenangan untuk menghindari Vietnam pada semifinal Piala AFF. Kedudukan akhir pun 2-3 untuk Thailand.
Sepak Bola Gajah di Belahan Dunia Lain
Namun, sepak bola gajah tak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga bisa ditemukan di beberapa negara lain. Nigeria adalah salah satunya.
Empat klub di negara tersebut pernah diduga memainkan sepak bola gajah. Keempat klub tersebut yaitu Plateau United Feeders, Akurba FC, Police Machine, dan Babayaro FC.
Pada Juli 2013, Plateau United Feeders mencukur Akurba FC dengan skor 79-0. Saat bersamaan, Police Machine menghajar Babayaro FC dengan skor 67-0. Skor-skor menajubkan ini mengundang kecurigaan Federasi Sepak Bola Nigeria (NFF).
Penyelidikan pun langsung digelar. Hasilnya, keempat klub terbukti memainkan sepak bola gajah. Semua pemain dan ofisial diberi sanksi berupa skors seumur hidup. Kasus lain terjadi di Madagaskar pada 2002, ketika klub AS Adema mengalahkan Stade Olympique L'Emyrne dengan skor 149-0. Rekor ini tercatat sebagai skor terbanyak dalam pertandingan sepak bola. Stade Olympique L'Emyrne sengaja mengalah karena kecewa dengan kinerja wasit pada laga sebelumnya. Meski begitu, Federasi Sepak Bola Madagaskar (FMF) menskor pelatih mereka selama tiga tahun, empat pemain juga dikenai berupa larangan bermain serta  serta dilarang mengunjungi stadion hingga akhir musim, dan pemain lainnya diberi peringatan keras.
Bahkan, di pertandingan level dunia sekalipun, sepak bola gajah juga terjadi ketika Jerman Barat menghadapi Austria di Piala Dunia 1982. Ketika itu, Jerman Barat seperti dibiarkan mencetak satu gol kemanangan supaya kedua tim lolos ke babak kedua. Atas hasil itu, Aljazair yang sebelumnya sempat mengalahkan Jerman Barat dan punya kans lolos, harus tersingkir karena kalah selisih gol dari Austria.
Ketika gajah bermain bola sangatlah lucu, tetapi melihat 22 manusia memainkan bola seperti gajah, yakinlah tak ada lagi kelucuan di dalamnya.

SportsSepak BolaLiga Indonesia

500

Baca Lainnya