• 2

Memutar Memori Turnamen 2016

Memutar Memori Turnamen 2016



Gonzales

Pemain sepakbola Arema Cristian Gonzales (Foto: Antara/Nyoman Budhiana)
Kompetisi adalah ruh dari sepak bola. Tanpa kompetisi, maka sepak bola di suatu negara akan mati.
Kondisi tersebut sangat disadari oleh para stakeholder sepak bola Tanah Air. Pembekuan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) oleh Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) dilihat sebagai momentum menggelar berbagai macam turnamen. Hal itu tak lepas dari berhentinya liga resmi, Indonesia Super League (ISL) sejak tahun lalu.
Pada 2016, atmosfer sepak bola nasional kembali disemarakkan kehadiran beberapa turnamen. Piala Gubernur Kalimantan Timut tercatat menjadi turnamen yang paling menyita perhatian karena menyediakan hadiah uang fantastis.
Seluruh rangkaian turnamen itu akhirnya ditutup oleh liga independen besutan PT Gelora Trisula Semesta (GTS), Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016.
Kumparan mencoba memutar kembali memori ketika sepak bola Indonesia masih dirundung suspensi FIFA. Ketika sepak bola Indonesia diwarnai berbagai macam turnamen dengan segala daya tariknya.
Bali Island Cup II
Turnamen Bali Island Cup (BIC) II kembali digelar untuk kedua kalinya yakni pada 18 Februari-23 Februari 2016. Sebelumnya, BIC diselenggarakan pada 2015 yang menasbihkan Arema Crounus sebagai juaranya. Tak seperti turnamen lainnya, BIC ini menggunakan format pertandingan round robin dengan pemuncak klasemen hingga partai terakhir berhak keluar sebagai jawaranya.
Pada BIC II yang dihelat di Stadion Kapten Dipta Gianyar, Denpasar, Bali, Arema Cronus tampil perkasa dan sukses mempertahankan gelar setelah menekuk Persib Bandung di laga terakhir dengan skor 1-0 melalui gol dari Srdan Lopicic. Gelar juara "Singo Edan" diraih berkat tiga kemenangan melawan Bali United, PSS Sleman dan Persib Bandung (9 poin). Atas kemenangan itu, Arema berhak membawa trofi BIC dan membawa hadiah uang sebesar Rp250 juta. Kemudian, juara kedua yang diraih Persib Bandung berhak membawa hadiah uang sebesar Rp100 juta. Selanjutnya, untuk juara ketiga yang diraih Bali United dan juara keempat diperoleh PSS Sleman berhak mendapat hadiah masing-masing Rp50 juta.
Untuk penghargaan top skor dalam turnamen itu diberikan kepada pemain Arema Cristian “Eloco” Gonsales dan berhak mendapat uang sebesar Rp25 juta. Sedangkan, penghargaan pemain terbaik diberikan kepada pemain Bali United Fadil Sausu dan mendapat uang Rp25 juta.
Piala Gubernur Kaltim
Untuk menyambut hari jadi yang ke-59  tahun, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar turnamen bertajuk Piala Gubernur Kaltim yang diselenggarakan pada 27 Februari-3 Maret 2016. Ajang itu dimeriahkan sembilan klub Liga Super Indonesia (ISL) dan dua klub spesial. Kesembilan klub ISL itu adalah Arema Cronus, Persija Jakarta, Persib Bandung, Sriwijaya FC, Semen Padang, Persipura Jayapura, Bali United, Pusamania Borneo FC, Persiba Balikpapan, dan Mitra Kukar. Sedangkan dua klub spesial yang dimaksud adalah PS TNI dan Pra PON Kaltim.

Pusamania Borneo FC

Pusamania Borneo FC (PBFC) berlaga di lapangan hijau. (Foto: Dok. Instagram @pusamaniaborneo)
Menjadi menarik karena peraturan pertandingan Piala Gubernur Kaltim mengadopsi peraturan Piala Jenderal Sudirman yang sebelumnya digelar pada 2015. Bila pertandingan selama 90 menit masih imbang maka akan ditentukan dalam drama adu penalti. Tak hanya itu, turnamen ini juga menarik banyak perhatian karena menyediakan hadiah uang yang fantastis. Setiap tim yang berpartisipasi dipastikan akan membawa pulang pundi-pundi rupiah. Bagi tim juara, panitia akan memberikan Rp 1,5 miliar.
Selain juara, panitia juga memberikan match fee kepada setiap tim yang bertanding. Bagi tim yang menang dalam waktu normal di babak penyisihan dan perempat final akan mendapat Rp 125 juta, sementara yang kalah mendapat Rp 75 juta. Sedangkan, tim yang menang melalui penalti mendapat Rp 110 juta, sementara yang kalah Rp 90 juta. Sebanyak 12 tim ambil bagian dalam Piala Gubernur Kaltim yang membaginya ke dalam tiga grup. Ada empat venue yang dipakai menggelar pertandingan yakni Stadion Palaran, Aji Imbut, Segiri, dan Persiba.
Gelar juara diraih oleh tim tuan rumah Pusamania Borneo FC setelah menang tipis 1-0 atas Madura United pada laga final di Stadion Utama Palaran, Samarinda. Gol semata wayang PBFC diciptakan oleh Ponaryo Astaman.
Piala Bhayangkara
Piala Bhayangkara menjadi turnamen yang digagas oleh Kepolisian RI yang diselenggarakan pada 17 Maret sampai 3 April 2016. Turnamen ini bertujuan untuk memperingati Hari Bhayangkara ke -70.
Ada 10 klub yang berpartisipasi yakni Pusamania Borneo FC, Persib Bandung, PS TNI, Mitra Kukar, Sriwijaya FC, PS Polri, Persija, Bali United, Arema Cronus, dan Persipura Jayapura .
Tempat pertandingan digelar di Bandung yaitu di Stadion Jalak Harupat dan Bali di Stadion Kapten I Wayan Dipta untuk babak penyisihan, karena 10 tim yang ikut akan dibagi atas 2 grup. Sedangkan, babak final berlangsung di Jakarta yaitu di Stadion Gelora Bung Karno.
Ada hal positif yang diberlakukan di turnamen Piala Bhayangkara. Setiap klub harus menurunkan satu orang pemain U 21 selama 90 menit. Artinya, bila pemain tersebut diganti, penggantinya juga harus berusia maksimal 21 tahun.
Arema Crounus keluar sebagai pemenang di gelaran ini, usai mengalahkan Persib di partai final dengan skor 2-0 pada tanggal 3 April 2016. Sedangkan, untuk perebutan tempat ketiga, Sriwijaya FC, keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan Bali United dengan skor yang sama.
Indonesia Socer Championship (ISC) 2016
Setelah klub-klub Tanah Air hanya berlaga dari turnamen ke turnamen, kompetisi yang diidam-idamkan para pemain dan suporter akhirnya diselenggarakan juga. Mengusung format kompetisi penuh, PT Gelora Trisula Semesta (GTS) sebagai operator, memulai kick-off pada 29 April 2016.
Sebanyak 18 klub mengikuti ISC A. Ke-18 klub itu adalah Arema Cronus, Bali United, Bhayangkara FC, Madura United, Mitra Kutai Kartanegara, Persela Lamongan, Persegres Gresik United, Perseru Serui, Persib Bandung, Persiba Balikpapan, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, PS Barito Putera, PS TNI, PSM Makassar, Pusamania Borneo FC, Semen Padang FC dan Sriwijaya FC.
Sementara ISC B diikuti oleh 53 klub yang dibagi ke dalam 8 grup. 5 grup di antaranya akan dihuni oleh 7 tim dan sisanya akan dihuni 6 tim dengan memainkan laga kandang dan tandang. 2 tim teratas tiap tiap grup akan melaju ke babak 16 besar dan sampai dengan final.
Untuk ISC A, Persipura tampil sebagai kampiun setelah berhasil memuncaki klasemen dari 34 pertandingan. Perjalanan "Mutiara Hitam" menuju tangga juara sejatinya sangat berliku. Sejak awal musim, klub kebanggaan masyarakat Papua ini baru merasakan nikmatnya menjadi pemuncak klasemen pada pekan ke-26.
Setelah sempat turun peringkat, Persipura kembali mengudeta puncak klasemen dari Arema Cronus pada pekan ke-31. Itu menjadi titik kunci mereka meraih kesuksesaan setelah pada tiga laga selanjutnya selalu mengemas kemenangan.
Pada pekan terakhir, Persipura yang hanya membutuhkan minimal hasil seri untuk menggenggam titel juara, tampil trengginas. Tampil di hadapan puluhan ribu pendukungnya, mereka menggasak PSM Makassar dengan skor telak 4 gol berbalas 2.
Stadion Mandala, sekali lagi, menjadi saksi kehebatan Persipura dengan memboyong trofi ISC 2016.Apa yang diraih Persipura saat ini memang istimewa. Perjalanan penuh liku dibumbui penampilan inkonsisten mereka di awal musim, justru mampu diputarbalikan jelang liga berakhir. Tercatat, Persipura hanya kehilangan 10 poin dari 51 total poin hingga pekan ke-34. Mereka total mengemas 20 menang, 8 seri dan 6 kalah dengan 68 poin.

Persipura Jayapura

Pemain Persipura Jayapura melakukan selebrasi di pertandingan ISC A 2016 (Foto: )
Sementara, partai final ISC B mempertemukan PSS Sleman melawan PSCS Cilacap. Bertanding selama 120 menit menghadapi PSCS Cilacap di Stadion Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah, Kamis (22/12), PSS harus takluk dari sang lawan dengan skor 4-3.
PSS, tim yang terlibat sepak bola gajah bersama PSIS pada 2014 lalu, sejatinya mampu memulai laga dengan sempurna setelah unggul cepat sejak menit pertama lewat tandukkan Dave Mustaine. Berselang enam menit, PSCS berhasil menyamakan kedudukan via Ugik Sugiyanto pada menit ke-7. Ugik sukses membalikkan kedudukan menjadi 2-1 lewat gol keduanya pada menit ke-32 sekaligus menutup skor pada paruh pertama.
Pada babak kedua, PSS baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-78 via gelandang Busari. Skor 2-2 bertahan hingga 90 menit laga.
Pada babak pertama tambahan waktu, PSCS kembali unggul lewat sepakan Haudi Abdillah pada menit ke-101. Akan tetapi, PSS langsung menyamakan kedudukan menjadi 3-3 melalui Tri Handoko pada menit ke-106 .PSCS akhirnya mengunci gelar juara setelah Said Nurul Aksori melesakkan gol kemenangan pada menit ke-109.

SportsSepak BolaLiga Indonesia

500

Baca Lainnya