• 0

Mental Bakal Jadi Penentu

Mental Bakal Jadi Penentu



Suporter Timnas

Suporter Timnas memberikan dukungan maksimal saat Indonesia melawan Thailand (Foto: )
Indonesia berhasil manapakkan satu kakinya menuju tangga juara Piala AFF 2016 usai menundukan Thailand dengan skor 2-1 di Stadion Pakansari, Bogor, Rabu (14/12). Dengan kemenangan tersebut Kurnia Meiga dan rekan-rekan hanya membutuhkan hasil imbang minimal 0-0 untuk mewujudkan impian mengangkat trofi AFF unuk pertama kalinya.
Rasanya terlalu naif Jika berharap gawang Kurnia Meiga tidak kebobolan di Stadion Rajamangala Sabtu besok. Pendapat pesimis itu bukan tanpa alasan, tingkat agresivitas Thailand dan catatan kebobolan Timnas sejauh ini berbanding lurus. Thailand sukses mengemas 13 gol sementara gawang Timnas sudah terkoyak 11 kali sejauh ini. Fakta tersebut semakin diperkuat dengan keganasan Thailand sewaktu berlaga di depan pendukungnya sendiri. Myanmar pernah menjadi korbannya di leg kedua semifinal lalu saat dibantai empat gol tanpa balas.
Selain itu, skuat "Garuda" juga mempunyai kenangan buruk di Stadion Rajamangala, tepatnya saat partai puncak Piala AFF 2000. Kala itu harapan Uston Nawawi dan kawan-kawan untuk merengkuh trofi kandas seusai dicukur 4-1. Berdasarkan data tersebut, bermain lebih bertahan akan menjadi bumerang bagi Timnas. Alfred Riedl diharapkan tetap mengistruksikan kepada anak asuhnya agar untuk bermain agresif seperti pada  laga-laga sebelumnya.
Perlu diketahui bahwa Timnas konsisten dalam urusan mencetak gol, mereka rutin menyarangkan dua gol semenjak laga pembuka AFF Cup.  Salah satu hal penting yang wajib dievaluasi adalah menyetel pola pikir untuk fokus kepada pemain lawan yang membawa bola. Para punggawa timnas juga wajib mewaspadai pergerakan tanpa bola dari pemain Thailand. Ditambah lagi dengan  kombinasi one touch pass dan umpan terobosan yang kerap merepotkan sektor pertahanan.
Sebiji gol Thailand ke gawang Indonesia berawal dari kesalahan tersebut. Terlihat penumpukan pemain di sektor kanan lapangan akibat terpancing oleh pergerakan Theerathon Bunmathan yang sedang membawa bola. Situasi itu membuat pengawalan Teraasil Dangda menjadi kendor dan akhirnya berbuah gol bagi tim tamu.  


Selebrasi

Pemain Timnas Indonesia melakukan selebrasi seusai pertandingan melawan Thailand di Leg 1 Final Piala AFF 2016 (Foto: )
Menilik dari segi mental bermain, timnas dinilai telah mengalami kemajuan. Dari tiap pertandingan kematangan serta kepercayaan diri semakin terbentuk. Membalikan keadaan pasca tertinggal di depan puluhan ribu pendukung tentu bukan hal yang mudah, tetapi timnas terbukti mampu melakukannya seperti final leg pertama lalu. Sebelumnya, tmnas juga sukses melakukan hal yang sama kala bentrok dengan Singapura di partai pamungkas fase grup. Meski kecolongan lebih dulu lewat gol Khairul Amri, mereka berhasil mengakhiri laga dengan skor 2-1 dan mendapatkan tiket untuk melaju ke babak semifinal.
Saat bersua dengan Thailand di laga perdana bulan lalu, mereka sempat menyamakan kedudukan usai tertinggal dua gol lebih dulu walau akhirnya harus takluk 2-4.  Beban berat saat tampil di depan pendukung lawan serta empat kali kegagalan di partai puncak  AFF Cup bisa menjadi momok paling menakutkan saat ini. Kendati demikian, melihat kepercayaan yang tinggi serta hasrat haus akan gelar akan menjadi senjata kuat untuk menghadapi Thailand.

00:00:00/00:00:00

Suporter Timnas Indonesia


Sepak BolaInspirasi

500

Baca Lainnya