Konten dari Pengguna

Pertolongan Pertama pada Luka Bakar

Haikal Zakky

Haikal Zakky

Mahasiswa fakultas kedokteran UIN Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Haikal Zakky tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi luka bakar (Istockphoto/Ocskaymark)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi luka bakar (Istockphoto/Ocskaymark)

Luka bakar merupakan kerusakan jaringan pada kulit yang disebabkan oleh paparan api, air panas, bahan kimia, radiasi, biang es, dan lain sebagainya. Kontak kulit dengan sumber yang memiliki suhu tinggi atau suhu yang sangat rendah dapat merusak permukaan kulit sehingga jaringan di dalamnya juga mengalami kerusakan atau bahkan kematian. Jaringan yang mengalami kerusakan menimbulkan sensasi nyeri yang hebat pada bagian tubuh yang mengalami luka bakar.

Luka bakar menjadi insiden yang sering terjadi di kalangan masyarakat yang dapat menimbulkan cedera yang berakibat kecacatan pada penderitanya. Maka dari itu penanganan yang tepat dan cepat dapat membantu mengurangi risiko kecacatan pada korban.

Luka bakar tidak hanya dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit, otot, ataupun tulang, tetapi luka bakar juga dapat menimbulkan dehidrasi pada korban yang menyebabkan kerusakan fungsi organ seperti ginjal, paru-paru, dan jantung.

Sumber yang dapat menyebabkan luka bakar, antara lain:

  • Thermal burn: Paparan terhadap api, air panas, dan benda panas.

  • Chemical burn: Paparan terhadap zat kimia yang bersifat asam dan basa.

  • Electrical burn: Paparan terhadap tegangan listrik tinggi.

  • Radiation injury: Paparan terhadap matahari atau zat radioaktif.

Klasifikasi derajat luka bakar

  • Derajat I (superficial partial-thickness): Terjadi kemerahan dan rasa nyeri pada permukaan kulit. Luka bakar derajat I sembuh dalam waktu 3-6 hari dan tidak menimbulkan jaringan parut saat proses remodeling.

  • Derajat II (deep partial-thickness): Pada derajat II melibatkan seluruh lapisan epidermis dan sebagian dermis. Kulit akan ditemukan bulla, warna kemerahan, sedikit edema dan nyeri berat. Bila ditangani dengan baik, luka bakar derajat II dapat sembuh dalam 7 hingga 20 hari dan akan meninggalkan jaringan parut dalam proses remodeling.

  • Derajat III (full thickness): Pada derajat III melibatkan kerusakan semua lapisan kulit, termasuk tulang, tendon, saraf dan jaringan otot. Kulit akan tampak kering dan mungkin ditemukan bulla berdinding tipis, dengan tampilan luka yang beragam, yaitu warna putih, merah terang, hingga merah gelap. Penyembuhan luka yang terjadi sangat lambat dan biasanya membutuhkan donor kulit.

Pertolongan pertama yang dapat dilakukan saat terjadi luka bakar

  1. Menghentikan proses bakar pada korban dengan cara mematikan sumber panas. Pada luka bakar api, jika api masih menyala pada korban minta korban berguling-guling di tanah untuk menghentikan apinya. Pada luka bakar karena listrik, putuskan sumber listrik serta jangan menyentuh tubuh korban atau bahkan menyiram korban dengan air. Pada luka bakar karena bahan kimia, pastikan diri sendiri aman dengan menggunakan alat pelingdung diri seperti sarung tangan dalam menolong korban, selanjutnya lepaskan pakaian yang terkontaminasi bahan kimia pada korban dan bersihkan sisa bahan kimia di permukaan kulit korban dengan air.

  2. Selanjutnya siram luka bakar dengan air mengalir selama 20 menit untuk membersihkan dan mendinginkan luka serta membantu mengurangi rasa nyeri.

  3. Beri obat anti nyeri untuk membantu mengurangi rasa nyeri pada korban seperti paracetamol dan ibuprofen. Pemberian obat harus diberikan sesuai dengan dosisnya.

  4. Tutup luka bakar dengan balutan yang bersih dan steril untuk membantu menurunkan risiko infeksi selama menjalani perawatan luka ataupun mencegah proses hipotermia pada korban.

Seringkali di kehidupan sehari-hari, pertolongan pertama pada korban luka bakar tidak diberikan dengan tepat dan cepat. Banyak masyarakat awam yang masih kurang memiliki wawasan terkait hal tersebut, padahal pertolongan yang tepat dan cepat dapat membantu mengurangi risiko kecacatan dan penyakit serius pada korban. Maka dari itu, pengetahuan terkait pertolongan pertama dalam mengatasi luka bakar penting untuk diketahui seluruh lapisan masyarakat umum.

Referensi:

  1. Kaplan dan Hentz, 2006

  2. https://www.nhs.uk/conditions/burns-and-scalds/treatment/